Menjaga Ketahanan Pangan saat El Nino Jadi Ancaman
Arief mengungkapkan, stok beras yang ada di Bulog saat ini mencapai 735 ribu ton. Pemerintah melalui Bapanas terus mendorong pemenuhan cadangan beras pemerintah (CBP) dari produksi dalam negeri. Hal ini sejalan arahan Presiden Jokowi yang meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyiapkan lahan 500 ribu hektare (ha) sehingga nantinya dapat memasok stok beras ke Bulog sesuai target dari Bapanas sebesar 2,4 juta ton hingga akhir 2023. "Penguatan stok pangan khusus beras ini kita terus percepat, dengan menaikkan stok Bulog dari 735 ribu ton menjadi 1,2 juta ton sesegera mungkin, paralel dengan upaya peningkatan produksi padi sehingga dampak El Nino terhadap ketahanan pangan nasional dapat diminimalisir sekecil mungkin," papar Arief.
Ke depan, penyiapan stok pangan nasional, termasuk beras, dilakukan dengan menguatkan posisi cadangan pangan pemerintah (CPP) yang bisa dimanfaatkan untuk stabilisasi pasokan dan harga. Dengan ditetapkannya Perpres No 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan CPP, PMK No 153 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman Dalam Rangka Penyelenggaraan CPP, dan PMK No 34 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pemberian Penjaminan Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan CPP, BUMN pangan bersama Bapanas tengah berprogres dalam penguatan CPP, baik melalui subsidi bunga pinjaman maupun pemberian penjaminan pemerintah. Stok level masing-masing komoditas yang menjadi kewenangan Bapanas dalam perpres itu ditargetkan bisa 5-10% dari kebutuhan (market share) nasional sehingga dapat memberikan dampak signifikan dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Jaga Ketahanan Pangan, Bantuan Beras Akan Dilanjutkan
Upaya lain dalam meminimalkan dampak El Nino terhadap ketahanan pangan nasional adalah menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan. Untuk itu, pemerintah akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras (BPB) tahap kedua. “Berkaitan dengan penyaluran BPB tahap kedua kepada 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM), Presiden Jokowi telah menyetujui untuk dilanjutkan pada Oktober-Desember tahun ini," ujar Arief dalam keterangan yang dikutip Rabu (19/07/2023). BPB tahap pertama selama tiga bulan, April-Juni, telah rampung dilaksanakan Bulog untuk 21,35 juta KPM di 38 provinsi dengan total bantuan 640 ribu ton beras. Selain BPB, Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga pangan juga terus digencarkan. Kolaborasi bersama dengan stakeholder terkait menjadi kunci dalam upaya pengendalian inflasi di tengah ancaman El Nino.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






