Siasat PUPR Hadapi Ancaman El Nino dan Bencana Kekeringan
JAKARTA, investor.id – Musim kemarau yang bakal lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino diprediksi terjadi sepanjang Juli hingga Oktober tahun ini. Berbagai langkah mitigasi penyediaan air disiapkan untuk mengantisipasi kekeringan.
Direktur Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko mengatakan, untuk mengantisipasi dampak kekeringan tahun ini, PUPR sudah menata sejumlah mitigasi bencana dengan baik. Di antaranya membangun total 37 sumur bor, merehabilitasi sumur bor di sembilan provinsi, serta mengoperasikan dan memelihara sumur bor di 850 titik.
"Dengan demikian, jumlah keseluruhan sumur bor yang dioperasikan, direhabilitasi, dan dibangun mencapai 6.540 sumur bor," kata Jarot dalam konferensi pers, usai FGD bertemakan 'Antisipasi Menghadapi Musim Kemarau dan Bencana Kekeringan' di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (7/8/2023).
Selain sumur bor, menurut Jarot, Ditjen SDA juga menginventarisasi sebanyak 203 bendungan yang volume airnya kini sudah bisa dipantau. Lebih dari itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar tidak boros menggunakan air sepanjang musim kemarau ini. Dengan begitu, pasokan air untuk memenuhi kebutuhan tanam selama musim kemarau dapat terpenuhi.
"Standar Operasional Prosedur (SOP) pengoperasian bendungan sudah disiapkan, koordinasi bersama Kementerian Pertanian juga sudah berjalan, termasuk dengan P3TGAI manakala kekurangan air, maka Ditjen SDA akan mendukung dengan melakukan pengeboran, merehabilitasi, dan mengoperasikan sumur bor," bebernya.
Menurut Jarot, strategi tersebut merupakan salah satu bentuk antisipasi yang disiapkan. "Untuk ngebor memang tidak semua titik bisa dibor. Tapi dipetakan lebih dulu cadangan air tanahnya. Setelah ketemu baru kita bor. Itulah kesiapan kami untuk menjemput bola dalam menghadapi musim kemarau ini," terang dia.
Apalagi, sepanjang Agustus-Oktober patut diwaspadai seiring dengan hasil pantauan BMKG yang memprediksi adanya potensi terjadinya curah hujan. Berdasarkan data BMKG, kemarau yang lebih panjang akibat fenomena El Nino diperkirakan bakal berpengaruh pada irigasi di tiga wilayah besar di Indonesia yaitu Jawa seluas 951 ribu ha dengan total 82 irigasi, Bali dan Nusa Tenggara seluas 110 ribu ha dengan total 42 irigasi, serta Sulawesi seluas 45 ribu ha dengan total 7 irigasi.
Di luar upaya struktural, Ditjen SDA juga menyiapkan upaya-upaya non-struktural seperti melakukan pengelolaan air dan pemberdayaan petani, mengelola air waduk, mengelola air dari selain waduk, memanfaatkan teknologi informasi dan kerja sama berbagai pihak.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






