Jumat, 15 Mei 2026

RI Minta Vietnam Buka Akses Ekspor Buah Nusantara

Penulis : Tri Listiyarini
8 Sep 2023 | 07:52 WIB
BAGIKAN
salak pondoh
salak pondoh

JAKARTA, investor.id–Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo meminta Pemerintah Vietnam memperkuat kerja sama di bidang pertanian berkelanjutan, di antaranya dengan membuka akses ekspor komoditas buah Indonesia, seperti salak, manggis, mangga, buah naga, dan jeruk limau. Selain buah, komoditas perkebunan, seperti cokelat, lada, pala, dan kayu manis, juga bisa masuk pasar Vietnam.

Menurut Mentan Syahrul, fasilitasi ekspor buah RI ke Vietnam perlu digencarkan mengingat pada 2022 terjadi penurunan tren ekspor 3-4%. Padahal, produk buah tropis Indonesia berkualitas sangat bagus dibandingkan negara lain. “Telah disampaikan bahwa Vietnam akan back up Indonesia secara penuh terhadap apa pun tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk akses pasar ekspor komoditas buah RI,” ujar Mentan RI usai bertemu Mentan Vietnam Le Minh Hoan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) pada 6 September 2023. RI sejatinya sudah memiliki kerja sama yang kuat dengan Pemerintah Vietnam, salah satunya melalui MOU yang diteken 27 Juni 2013, tapi pelaksanaannya belum berjalan baik.

Karena itu, Mentan RI berharap Indonesia-Vietnam ke depan dapat segera melakukan pertemuan kelompok kerja teknis melalui Joint Committee on Agriculture Indonesia-Vietnam. Kolaborasi kedua negara diharapkan bisa membuahkan rencana kerja yang konkret. “Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih dan juga apresiasi terhadap Mentan Vietnam atas kerja samanya selama ini," kata Syahrul.

Sedangkan Mentan Vietnam Le Minh Hoan menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan dukungan Pemerintah RI yang terjalin selama ini. Le berjanji visi kedua negara akan saling memperkuat ekspor dan sama-sama mengantisipasi perubahan iklim yang melanda hampir semua negara. “Kami juga sepakat akan melakukan pertukaran komoditas pangan. Anda tahu, akhir-akhir ini kita memiliki terlalu banyak faktor yang memengaruhi ketahanan pangan di setiap negara, perubahan iklim, rantai pasok, dan hal-hal lain, jadi kami pikir kerja sama antara kedua negara ini penting untuk memperbaiki pasokan serta ketahanan pangan masing-masing negara," jelas dia dalam keterangan Kementan, Kamis (07/09/2023).

ADVERTISEMENT

Le juga mendorong adanya pengawasan ketat dari kedua negara terhadap pangan yang terdistribusi dari dua negara, sekaligus meminta agar RI-Vietnam memperkuat bidang ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Kami ingin mendorong pengawasan di bidang pertanian atas kerja sama antara Vietnam dan Indonesia dalam bidang ketahanan pangan antara kedua negara," tandas Le Minh Hoan. 

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia