Jumat, 15 Mei 2026

Investor Asal Eropa Tertarik Bangun Smelter Nikel di Indonesia

Penulis : Jayanty Nada Shofa
10 Okt 2023 | 16:35 WIB
BAGIKAN
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Umar Hadi di Jakarta, Selasa (10/10/2023). (B Universe Photo/Jayanty Nada Shofa)
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Umar Hadi di Jakarta, Selasa (10/10/2023). (B Universe Photo/Jayanty Nada Shofa)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan ada investor asal Eropa yang tertarik untuk membangun smelter nikel di Indonesia. Meski demikian, pemerintah belum bisa bicara banyak soal investasi ini.

“Saat ini, tengah berlangsung penjajakan investasi dengan nilai cukup besar dari beberapa perusahaan di Eropa. Saya belum bisa sebut namanya. Tapi ini (investasi Eropa) ini misalnya untuk hilirisasi nikel kita,” ucap Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Umar Hadi di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

“Jadi ada satu perusahaan akan bangun smelter nikel untuk suplai industri baterai dan mobil listrik,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Namun, Umar enggan bicara soal lokasi dari smelter nikel tersebut. Tak hanya itu, ia menambahkan ada investor Eropa yang tertarik untuk berinvestasi di proyek lain. Namun, ia tidak menyebutkan investor tersebut masih terkait dengan pembangunan smelter nikel.

“Jadi, ada dua perusahaan (yang akan mengerjakan) satu proyek. Ada satu perusahaan lagi, another project (proyek lain),” jelas Umar saat dikonfirmasi soal investor Eropa ini.

Umar menegaskan bahwa investor asal Eropa ini benar-benar serius, bukan dalam tahap penjajakan.

Sebagai informasi, Indonesia telah melarang ekspor bijih nikel sejak 2020 guna menarik investor asing dalam negeri. Indonesia digugat oleh Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) akibat larangan ekspor bijih nikel lantaran kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu produksi stainless steel atau baja tahan karat Eropa. Indonesia kalah dalam gugatan ini dan kini sudah mengajukan banding.

Menurut laporan US Geological Survey 2023, Indonesia dan Australia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Masing-masing negara memiliki cadangan nikel sebesar 21 juta metrik ton.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia