Startup Teknologi Disarankan Ciptakan Value, bukan Valuation
JAKARTA, investor.id - Di tengah melambatnya arus pendanaan (fundraising) kepada perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air, para pelaku startup disarankan untuk menciptakan solusi atau produk yang benar-benar dapat memberikan solusi kepada para pengguna. Artinya, pelaku startup harus mampu menciptakan nilai (value) dari produk atau solusinya, bukan mengejar valuasi (valuation), yang ujung-ujungnya ‘bakar duit’.
Demikian benang merah dari diskusi yang bertajuk Inflection Point: Mapping the Next Phase of Indonesia’s Maturing TechIndustry, dengan narasumber Claudia Kolonas, Co-founder Pluang, Roderick Purwana, Managing Partner at East Venture, Gita Sjahrir, Head of Investment BNI Ventures, dan Timothius Martin, CMO Pintu dalam acara BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2023).
Menurut Roderick, East Venture merupakan salah satu venture capital (VC) yang telah hadir di Indonesia, lebih dari 10 tahun yang lalu, tepatnya pada 2009. Perusahaan pertama yang diinvestasikan adalah Tokopedia. Dengan pengalaman yang lebih dari 10 tahun, East Venture telah mengalami lifecycle dan cukup matang menghadapi pasar di Indonesia. Terutama pengalaman mendanai startup lokal.
Menurut dia, pada jaman 10 tahun yang lalu, di mana pertumbuhan startup belum setinggi saat ini, startup mampu menghadirkan solusi dan produk yang berkualitas. Solusi dan produk tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan pengguna di pasar. Namun, di periode lima tahun belakangan ini, pelaku startup tidak terlalu mementingkan nilai dari produk atau solusinya, tetapi lebih mengejar valuasi dari startup itu sendiri.
“Sebenarnya kan dari dulu, startup itu kan, founder menemukan masaalah yang penting, yang mereka bisa selesaikan. Terus setelah itu mereka meyakinkan investor untuk masuk, dan berinvestasi di mereka. Terus, sempat karena mungkin hype juga, karena market condition dan lain-lain, kayaknya agak berubah sedikit. Kayakanya founder-founder mencari investor untuk memasukan uang, habis itu baru mencari masaalah untuk diselesaikan,” kata Roderick.
Sehingga, Roderick melanjutkan, salah satu pelajaran yang penting untuk pelaku startup saat ini adalah kembali ke core-nya, yaitu mengutamakan nilai ketimbang valuasi.
“Jadi mungkin salah satu pelajaran adalah, kalau memang mau memulai satu perusahaan yang sukses, harus dasarnya itu clear, masaalah apa yang mau diseleaikan, atau kalau mau jual produk service-nya, harus ada yang mau beli. Itu mungkin salah satu yang paling berharga dari 10-11 tahun ke belakang ini,” ujar Roderick.
Back to Basic
Lebih jauh, Gita menuturkan, pada dasarnya para venture capital atau investor ketika melakukan investasi, hal yang paling dinantikan adalah hasil dari investasi tersebut, atau dalam istilahnya disebut exit game.
“Jadi saat ini sebagai investor, saya melihat hal yang sama. Wich is back to basic. Karena kalau kita pikirkan investor nih, investor kan cara mainnya sebenarnya simple. Investor itu bukan di investment game, tetapi mereka itu di exit game. Mereka harus exit, ujung-ujungnya begitu. Maksudnya mereka masukin duit, harus keluar. Gitu kan,” ungkap Gita.
Gita menambahkan, pelaku startup harus mampu menciptakan Produk Market Fit (PMF). Produk atau solusi yang dihasilkan harus benar-benar menjadi kebutuhan utama dari para pengguna. Startup dengan kualifikasi tersebutlah yang disebut paling diminati oleh investor.
Dia memberikan contoh, soal aplikasi WhatsApp. Ketika aplikasi milik Mark Zuckerbeg ini mengalami down sekitar 2 jam, semua pengguna berteriak, dan pada akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

