Jumat, 15 Mei 2026

Startup Teknologi Disarankan Ciptakan Value, bukan Valuation

Penulis : Emanuel Kure
25 Okt 2023 | 11:07 WIB
BAGIKAN
Inflection Point: Mapping the Next Phase of Indonesia
Inflection Point: Mapping the Next Phase of Indonesia

“Contoh, Whatsapp waktu down 2 jam, kita semua kan panik. Produk kamu bisa kayak gitu enggak? Sehingga kalau kamu enggak ada, orang literally datang ke kamu terus kasih duit, eh bro turnid on dong. So, i tihink dengan funding winter ini yang kita lihat adalah itu, siapa yang benaran dedicated ke market, sehingga benaran dapat fit, di mana kalau tanpa produk mereka, market mereka nangis,” jelas Gita.

Fokus Membuat Value

Lebih lanjut, Claudia mengungkapkan, kondisi startup saat ini berbeda dengan kondisi awal-awal startup baru mulai booming. Menurut dia, pada periode 2019-2021, startup di Indonesia kebanjiran dana investasi dari para investor. Bahkan, para investor berlomba-lomba untuk menyuntikan modal kepada startup di Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Saya ingat banget, ketika tahun 2019, 2020, 2021, kita itu jadi founder, bagun tidur aja udah ada notifikasi email. Fundraising itu segampang itu. Bahkan, kita enggak pernah melakukan fundraising sama sekali. Karena setiap kali kita keluar rumah aja, udah ada beberapa fundraising yang sebenarnya juga ngejar-ngejar setiap hari gitu. Bahkan dari luar negeri, dari AS, China, pada datang semua pada saat itu,” ungkap Claudia.

Karena hal tersebut, lanjut Claudia, justru menjadi masaalah. Karena, para founder terbiasa untuk menggunakan uang untuk mengerjakan apa pun. Hal ini berbeda dengan para founder di luar negeri, yang membangun startup dengan susah payah, bahkan memulai bisnisnya dari garasi rumah.

“Jadi yang tadi pak Rodrieck singgung benar sekali. Karena kita sebagai founder itu terus terang jadi terbiasa konsep di mana, dana itu mudah sekali yah untuk didapatkan. Itu sebenarnya menjadi sedikit masaalah, karena kita itu terbiasa dengan konsep di mana, ok kita bisa melakukan semua hal, menggunakan uang,” tegas Claudia.

“Dan kita itu tidak pernah melalui journey seperti yang di luar negeri itu, yaitu mereka biasanya memulai bisnis dalam garasinya, terus mereka memulai bisnis dengan dua orang saja, dan mereka itu kemudian bahkan mereka melakukan customer service sendiri. Jadi mereka benar-benar menjadi intim dengan masaalah yang mereka ingin solve pada saat itu,” tutur Claudia.

Tak hanya itu, Timothius juga menyarankan para pelaku startup atau enterpreneur untuk mulai fokus membuat produk atau solusi yang berbasiskan nilai, bukan valuasi. “Nilai ini akan sangat dihargai, di mana customer itu kalau enggak ada solusi itu mungkin akan nangis, dan kalau disuruh bayar, mereka akan rela bayar. Dan ini merupakan nilai yang sesungguhnya. Sehingga, startup itu harus punya PMF,” kata Timothius.

Pelaku startup, saat ini, dan ke depannya harus berani membuat terobosan dengan menekankan nilai. Sehingga, akan menarik customer yang semakin lengket dengan produk atau solusinya.

“Yah sekarang, dan ke depannya, mereka (pelaku startup) harus cari cara untuk bikin values di mana customer-nya itu lebih sticky. Sehingga life time value-nya naik terus. Sehingga sekarang ini bedanya adalah di fokus antara be create values and valuation,” imbuh Timothius.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia