OIKN: Investor Lokal Lebih Gercep Ukur Risiko dan Untung Investasi di IKN
20 Nov 2023 | 16:10 WIB
JAKARTA, investor.id – Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (OIKN) menyatakan bahwa investor lokal bergerak lebih cepat dalam memutuskan untuk berinvestasi di Nusantara. Meski begitu, investor asing juga tak kalah serius menunjukkan minat jadi bagian dari IKN.
Hal tersebut tercermin dari total sebanyak 305 surat pernyataan minat (Letter of Intent/LoI) untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN. Dari jumlah tersebut tercatat ada 172 investor domestik dan sisanya 133 dari pihak asing.
Jika dirinci, Singapura 27 LoI, Jepang 25 LoI, Malaysia 19 LoI, China 19 LoI, Korea Selatan 9 LoI, Amerika Serikat 7 LoI, Finlandia 3 LoI, Spanyol 3 LoI, Uni Emirat Arab 2 LoI, Thailand 2 LoI, Jerman 2 LoI, dan lainnya 18 LoI.
“172 itu investor merah putih, jadi memang terlihat bagaimana kecepatan para investor domestik. Tahapan investasi bagaimana dilakukan, mulai dari LoI sampai kepada kesepakatan,” ucap Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dalam media briefing secara virtual pada Senin (20/11/2023).
Menurut Agung, pergerakan investor domestik memang lebih cepat untuk merespons dan mengambil kesepakatan dari setiap tahapan-tahapan berinvestasi di IKN. Seperti yang telah dicatatkan pada tahap pertama yakni penyerahan surat penyataan minat (LoI) tersebut.
Selanjutnya pada tahap kedua, investasi beranjak ke tahap tinjauan penilaian sektor skala prioritas. Tahap ketiga, 1-on1 meeting. Tahap keempat, penyerahan surat konfirmasi. Tahap kelima, surat tanggapan dari OIKN kepada investor. Tahap keenam, perjanjian kerahasiaan dan permohonan data non disclosure agreement (NDA) dan data request. Tahap ketujuh, studi kelayakan. Hingga, tahap terakhir, kesepakatan.
“Saya bilang investor dalam negeri itu lebih sat-set-sat-set dibanding investor asing dalam mengevaluasi risk and return atau risiko dan keuntungannya, kemudian juga mengambil keputusannya, hingga sampai pada kesempatan tadi,” jelas Agung.
Di sisi lain, minat investor asing juga tak kalah tinggi. Tetapi mereka dinilai belum setanggap investor domestik dalam menganalisis peluang yang ada. “Untuk terkait minat investor asing apakah memang ada yang menyatakan akan direm atau memang ini belum masuk, saya bisa jawab bahwa pada tahapan (pertama), investor asing juga banyak,” imbuh dia.
“Nah kalau kita lihat di tahapan (kedua), ada yang tinjauan dan penilaian sektor skala prioritas. Jadi di tahap ini ada prioritas, evaluasi dan penilaian. Jadi kalau Bapak Presiden bilang ada (investasi asing) yang direm sedikit, rem dan gas ini ditentukan di tahap ini. Tapi jelas minat? (Investor asing) sangat tinggi,” urai Agung.
Pihaknya juga tak menyangkal bahwa kecepatan realisasi investor demostik sampai saat ini tidak terlepas dari prioritas dari Presiden Jokowi. Dalam hal ini, presiden melihat dan merespons positif pula antusiasme dari investor lokal.
Baca Juga:
Dubes China Sebut IKN Kerap Jadi Bahasan“Dalam (tahapan kedua berinvetasi di IKN), pada prioritas sektor yang diminati oleh investor, investor merah putih memang jadi prioritas. Sehingga, nanti di tahap (ketiga) selanjutnya, saat 1-on-1 meeting, akan lebih cepat dijalani,” ujar Agung.
Agung menegaskan bahwa IKN Nusantara tetap memerlukan sokongan investasi dari pihak asing. “Pada akhirnya dalam perjalanan akan diperlukan investor asing karena kita mau (IKN) menjadi kota dunia untuk semua, untuk investor dari berbagai belahan dunia dengan berbagai standar teknologi dan pelayanan,” demikian ungkap Agung.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




