Kamis, 14 Mei 2026

Tanaman Kelapa Sawit PTPN IV Penuhi Standar ISPO

Penulis : Heru Febrianto
20 Feb 2024 | 07:49 WIB
BAGIKAN
Tanaman kelapa sawit yang baru ditanam atau Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di Afdeling I, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 Kebun Bangun. (Dok. PTPN)
Tanaman kelapa sawit yang baru ditanam atau Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di Afdeling I, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 Kebun Bangun. (Dok. PTPN)

JAKARTA, investor.id - Tanaman kelapa sawit yang baru ditanam atau Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di Afdeling I, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 Kebun Bangun sudah memenuhi standar yang ada. Hal ini terbukti dengan perawatan yang maksimal sehingga tanaman tumbuh sebagaimana mestinya.

Manajer Kebun Bangun, Febryandi Bangun mengatakan semenjak penanaman pihaknya selalu memperhatikan kualitas dan kuantitas tanaman baik dari segi bibit hingga perawatan karena PTPN IV Regional 1 Kebun Bangun mengikuti standar Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)dan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil).

"Kalau soal perawatan kita terus melakukan pemantauan dan saat ini masih ada tim yang bekerja untuk melakukan perawatan tersebut. Kita selalu melakukan kastrasi dan juga pembersihan gawangan sebagaimana semestinya," kata Asisten Afdeling I Kebun Bangun, Joni Hidayat dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (20/02/2024).

ADVERTISEMENT

Ia juga mengatakan bahwa tidak benar terkait pemberitaan yang menyebutkan tanaman di Afdeling I tidak sesuai standar. Menurutnya, perawatan yang dilakukan pihaknya mulai dari pembersihan gawangan, pemupukan, hingga peletakan tandanan kosong sudah sesuai dengan ketentuan. 

"Kita sudah bekerja sesuai standar dan bekerja maksimal untuk melakukan perawatan. Proses pemupukan juga kita pantau," ungkapnya lebih lanjut.

Joni juga mengatakan pemeliharaan secara berkala terus dilakukan termasuk melakukan kastrasi (pembersihan kembang sawit). 

"Kami selalu menekankan untuk memperhatikan standar kerja. Kalaupun ada bagian yang belum dibersihkan, hal itu disebabkan karena jadwal rotasi pemeliharaan areal. Akan tetapi, apabila ada individu tanaman yg perlu kita lakukan perlakukan khusus juga kita laksanakan," tambah Joni.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia