Jumat, 15 Mei 2026

IKAPPI: Harga Beras Melambung Karena Produksi Terus Menurun

Penulis : Monique Handa Shafira
8 Mar 2024 | 21:41 WIB
BAGIKAN
Pedagang merapikan beras yang dijual agen beras di Jakarta, Jumat (8/3/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pedagang merapikan beras yang dijual agen beras di Jakarta, Jumat (8/3/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyatakan kenaikan harga beras utamanya disebabkan oleh produksi beras dalam negeri yang kian menurun. Pemerintah diharapkan tidak hanya menjalankan operasi beras murah, namun juga melakukan pengendalian harga di sejumlah pasar tradisional.

Sekretaris IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengungkapkan, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak Oktober 2023. Penyebab utama kenaikan harga yang cukup signifikan ini adalah penurunan produksi di sejumlah daerah.

“Faktornya tidak hanya iklim saja yang dikatakan pemerintah. Itu bukan penyebab utamanya, melainkan yang perlu diperhatikan ialah produksi nasional kita yang kunjung menurun setiap tahun,” kata Reynaldi kepada B-Universe, pada Jumat (8/3/2024).

ADVERTISEMENT

Reynaldi menyebut saat ini suplai beras mulai menurun sehingga harganya melambung. Dia mengatakan pemerintah jangan hanya mengintervensi dengan melakukan operasi pasar murah (OPM), melainkan melakukan pengendalian harga di sejumlah pasar tradisional.

IKAPPI: Harga Beras Melambung Karena Produksi Terus Menurun
Sekretaris Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan. (B-Universe Photo/Monique Handa Shafira)

“Pemerintah juga bisa mengintervensi tidak hanya dengan operasi pasar, melainkan melakukan operasi pengendalian harga, di mana beras-beras yang dimiliki oleh pemerintah ini di distribusi atau disuplai ke pasar,” ujarnya.

Reynaldi juga memprediksi akan terjadi peningkatan konsumsi beras jelang bulan suci Ramadan. Jika peningkatan itu tidak diimbangi dengan suplai yang sesuai, maka praktis akan terjadi lonjakan harga.

Dia menyebutkan setidaknya ada tiga fase kenaikan harga beras jelang bulan Ramadan dan Idulfitri. Pertama, tiga sampai lima hari memasuki Ramadan akan terjadi lonjakan harga beras.

Kedua, akan ada tren penurunan harga beras di satu sampai dua pekan di bulan Ramadan, namun akan kembali terjadi lonjakan tiga sampai lima hari menjelang Idulfitri. Ketiga, lonjakan harga beras bakal bergulir lagi pasca Idulfitri. “Jadi, tiga fase ini menurut kami penting untuk segera ditindaklanjuti soal pasokan beras,” tandasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia