Jumat, 15 Mei 2026

Menko Airlangga Ajak Singapura Menjadi Jangkar Perdamaian dan Stabilitas di ASEAN dan Kawasan Indo-Pasifik 

Penulis : Gesa
7 Jun 2024 | 16:44 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dan Deputi PM Singapura Gan Kim Yong menggelar Pertemuan Ministerial Meeting of Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups di Singapura pada Jumat, 7 Juni 2024.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dan Deputi PM Singapura Gan Kim Yong menggelar Pertemuan Ministerial Meeting of Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups di Singapura pada Jumat, 7 Juni 2024.

SINGAPURA, investor.id - Pertemuan Ministerial Meeting of Indonesia–Singapore Six Bilateral Economic Working Groups (MM 6WG) merupakan agenda tahunan Pertemuan Tingkat Menteri dalam kerangka  kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Singapura. Forum tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto bersama dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong.  

Diawali dengan sambutan hangat dari Deputi PM Singapura Gan Kim Yong yang kemudian menyampaikan harapan agar hubungan erat Indonesia dan Singapura selama ini untuk dapat terus dikembangkan di tengah tantangan yang ada saat ini, sekaligus membuka berbagai  peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara. 

“Saya ucapkan terima kasih atas keramahtamahan serta penyelenggaraan pertemuan IPEF yang sangat baik, termasuk pertemuan bilateral ini. Secara resmi saya juga mengucapkan selamat atas pengangkatan Anda sebagai Deputi Perdana Menteri disamping melanjutkan  jabatan sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian,” ujar Menko Airlangga dalam  Plenary Meeting Indonesia-Singapura Six Bilateral Economic Working Groups yang berlangsung di Hotel Marina Bay Sands Singapura, Jum’at (7/6/2024).  

ADVERTISEMENT

Pertemuan Tingkat Menteri kerja sama ekonomi bilateral 6WG sendiri sudah terlaksana  sebanyak 13 kali dimana pertemuan terakhir diadakan di Semarang pada pertengahan  Agustus tahun 2023 lalu. Lebih lanjut, kerja sama bilateral 6WG bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara yang mencakup peningkatan kerja sama di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) serta KEK lainnya, peningkatan investasi, peningkatan kerja  sama bidang transportasi, kerja sama di bidang tenaga kerja, kerja sama di bidang agribisnis, serta peningkatan kerja sama di bidang pariwisata. 

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia berkeinginan untuk masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Untuk dapat mencapai hal tersebut, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6 persen hingga 7 persen, sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak  investasi. Pencapaian tersebut juga memerlukan dukungan dan kolaborasi yang lebih baik lagi dengan Singapura.

“Indonesia juga akan terus mengupayakan untuk memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik sebagaimana halnya juga di kawasan ASEAN. Saya yakin bahwa  Indonesia bersama Singapura dapat menjadi jangkar,” ungkap Menko Airlangga. 

Lebih jauh, Menko Airlangga juga menyampaikan perkembangan terkait aksesi Indonesia untuk menjadi anggota pertama dari ASEAN di Organization of Economic Co-operation and  Development (OECD), maupun upaya Indonesia dalam mengakses keanggotan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Dengan  dukungan Singapura, Menko Airlangga juga berkeyakinan Indonesia dapat menjadi anggota  OECD maupun CPTPP dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. 

Terkait sejumlah kemajuan yang telah dihasilkan oleh ke-enam working group kerja sama bilateral Indonesia-Singapura, Menko Airlangga menyebutkan keberadaan investasi Data Center di Nongsa Digital Park, Batam. 

“Untuk membedakan dengan industri sejenis, selain menjadi pusat Data Center, Nongsa Digital Park juga dijadikan pusat pelatihan dan pendidikan bagi talenta digital di Batam,” ujar  Menko Airlangga. 

Selain itu, Menko Airlangga menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung mobilitas investor Singapura ke Indonesia, telah diberikan kemudahan regulasi multiple entry visa bagi tenaga ahli Singapura yang melakukan kunjungan rutin melalui Visa D17 serta skema  koordinasi lintas Kementerian/Lembaga terkait dengan pemberitahuan kedatangan kunjungan  tenaga ahli ke Kawasan BBK. 

Pada kesempatan tersebut juga disinggung mengenai Kendal Industrial Park (KIP) yang sejak diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah membuat nilai KIP meroket dan  menciptakan banyak multiplier effect. Pertumbuhan eksponensial tersebut berkaitan langsung dengan insentif finansial yang diberikan di KEK dalam bentuk fasilitas perpajakan seperti tax  holiday dan tax allowance. Saat ini terdapat sebanyak 100 pelaku usaha serta nilai investasi  sebanyak Rp. 43,8 triliun di KIP. 

“Kami sangat menghargai proses yang berjalan saat ini, karena proses tersebut merupakan perjalanan itu sendiri. Six Bilateral Economic Working Groups juga telah menghasilkan kemajuan yang sangat berarti, dan saya berterima kasih kepada tim kedua negara yang telah  bekerja keras untuk mencapai hal itu,” pungkas Menko Airlangga. 

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan dokumen Joint Report to Leaders, sebagai laporan kedua menteri kepada pemimpin kedua negara mengenai capaian dan perkembangan kerja sama bilateral ekonomi 6WG.  

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut diantaranya yakni Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Staf Khusus Bidang Percepatan Pengembangan Wilayah, Pembangunan Infrastruktur, dan  Investasi Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo  Limanseto, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Asia Kemenko Perekonomian Bobby C.  

Editor: Gesa Vitara

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia