Produksi Polytam di Kilang Pertamina Plaju Akan Ditingkatkan
PALEMBANG, investor.id - PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan menargetkan peningkatan produksi polytam (biji plastik) pada tahun ini sejalan dengan pengembangan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang ada di KPI.
Kilang Plaju yang dibangun sejak 1904 hingga kini mampu memproduksi polytam (biji plastik) selain bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG.
Produksi polytam pada tahun lalu mencapai sekitar 42 ribu ton. Melihat kondisi kilang dan sumber daya manusia yang semakin baik, pada 2024 ini ditargetkan produksi lebih besar lagi dari capaian tersebut.
Polytam merupakan bahan baku untuk pembuatan kantong plastik yang umumnya digunakan dalam industri kemasan makanan dan minuman.
"Plastik menjadi salah satu produk industri petrokimia, pascapemeliharaan kilang pada Desember 2023. Kami optimistis pada 2024 ini dapat meningkatkan kapasitas produksi polytam," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju Siti Rachmi, di dalam acara sosialisasi anugerah jurnalistik Pertamina (AJP) 2024 di Palembang, Senin (9/9/2024). Turut hadir pada acara ini Manager Media Communication PT Pertamina (Persero) Roberth Marchelino Verieza.
Sebagai informasi, Polytam adalah bahan baku plastik jenis polypropylene (PP) yang telah diproduksi di kilang Plaju, Sumatera Selatan, sejak tahun 2017.
Produk plastik yang dihasilkan dari Polytam ini memiliki kualitas yang sangat baik dan berbagai keunggulan, seperti ketahanan terhadap panas dan oksidasi yang lebih baik, warna yang lebih putih dan bening, kekilatan yang lebih tinggi, serta kemudahan dalam penggunaan sebagai kemasan plastik.
Salah satu jenis bahan baku plastik yang diolah menjadi berbagai barang konsumsi sehari-hari adalah Polypropylene, yang sering disebut sebagai PP dalam industri. P
Polypropylene merupakan salah satu jenis bahan plastik yang tergolong dalam tujuh tingkatan plastik yang ada. Keistimewaan dari bahan plastik ini terletak pada kemampuannya sebagai bahan kemasan makanan dan minuman yang sangat efektif.
Polypropylene mampu mencegah terjadinya reaksi kimia yang tidak diinginkan, tahan terhadap suhu panas, dan dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami degradasi kualitas yang signifikan.
Polypropylene, sering disingkat sebagai PP, adalah sejenis polimer termoplastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan konsumen. Polimer ini memiliki sifat-sifat khusus yang membuatnya sangat berguna dalam berbagai kebutuhan.
"Kilang tua Pertamina Plaju merupakan satu-satunya kilang Refinery Unit (RU) jajaran PT KPI yang memproduksi petrokimia khususnya polytam yang menjadi bahan baku kantong plastik," ujarnya
Produksi BBM dan LPG
Selain polytam, Kilang Pertamina Plaju juga berupaya meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari yang telah dicapai pada tahun lalu.
Selama tahun 2023, Kilang Pertamina Plaju telah menghasilkan BBM jenis bensin 636,85 juta liter, solar 1.396,016 juta liter, sedangkan elpiji 92.000 metrik ton.
"Setelah selesai melakukan pemeliharaan kilang (turn around) pada akhir 2023, diharapkan kinerja produksi kilang akan meningkat menjadi 667,96 juta liter bensin dan 1.564,719 juta liter solar pada tahun ini," ujarnya.
Baca Juga:
MyPertamina Ampuh Jaga Kuota BBM SubsidiMengenai bahan baku yang diolah di kedua Kilang RU III yakni Kilang Plaju dan Kilang Sungai Gerong, sebagian besar berasal dari pipa domestik di wilayah Sumsel dan perbatasan Jambi, sementara sisanya diambil dari kapal besar di Selat Muntok, Pulau Bangka.
“Minyak mentah yang diangkut oleh kapal besar tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, jelas Siti Rachmi.
Lebih lanjut Siti Rachmi mengatakan, pihaknya terus berinovasi dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan.
Sejak awal 2023, lanjut dia, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk memproduksi dan menyediakan Biosolar B35, yakni bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak kelapa sawit.
Biosolar B35 merupakan campuran 35 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari turunan minyak kelapa sawit (CPO) dan 65 persen solar berbasis energi fosil. Produk ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Selain Biosolar B35, Kilang Pertamina Plaju juga memproduksi BBM ramah lingkungan lainnya, seperti Pertamax, MFO Low Sulphur, LSFO V-1250, Musicool, Breezon, Green Gasoline ex RBDPO, Avtur, dan Dexlite. Tidak hanya fokus pada produksi BBM, perusahaan juga berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dalam proses operasionalnya.
Selain itu, pihaknya juga memiliki tujuh paten bidang pengolahan lingkungan antara lain komposisi aditif untuk produksi biji plastik polypropylene, produksi refrigeran berbasis hidrokarbon, dan proses pembuatan blok peredam untuk tungku pembakaran.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





