Smelter Nikel Buka-bukaan ESG
JAKARTA, investor.id - Acara Asian Legal Business (ALB) Indonesia in-House Summit 2024 kembali menjadi ajang bagi perusahaan-perusahaan besar di Indonesia untuk membahas berbagai tantangan dan peluang bisnis, termasuk isu-isu strategis yang berkembang dalam dunia industri.
Salah satu topik yang menjadi sorotan utama dalam summit kali ini adalah penerapan standar environmental, social, and governance (ESG).
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), sebagai salah satu pemain utama di sektor smelter nikel di Indonesia, turut berbagi pandangan dan strategi mereka terhadap penerapan ESG dalam operasional perusahaan pada acara yang diadakan pada Rabu (24/10) di Jakarta tersebut.
Summit yang mempertemukan para pelaku usaha, yang diwakilkan antara lain oleh para general counsel, pengacara perusahaan, para pimpinan regional, dan praktisi korporasi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai lini usaha. Salah satunya dari Head of Corporate Communication PT Gunbuster Nickel Industry, Mellysa Tanoyo.
Mellysa menekankan pentingnya ESG sebagai landasan untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Dalam setiap proses bisnisnya, PT GNI menjalankan dan mengevaluasi berbagai program yang berfokus pada keberlanjutan. Berbagai inisiatif ini telah mengacu dengan standar GRI, yang relevan dengan industri dan situasi perusahaan saat ini.
“ESG bukan hanya tentang energi hijau atau lingkungan saja. ESG mencakup aspek sosial dan tata kelola yang harus diperhatikan. Dalam situasi ini, GNI memperhatikan semua aspek tata kelola sebagai strategi perusahaan secara keseluruhan, memastikan dampak lingkungan minimum, memaksimalkan kontribusi sosial, dan meningkatkan praktik internalnya,” ungkap Mellysa dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (26/10/2024).
Dirinya juga mengakui bahwa penerapan ESG di industri dalam industri smelter menghadapi berbagai tantangan, salah satunya peralihan teknologi yang tidak sederhana. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk fokus dan memastikan operasional yang dilakukan tidak merusak lingkungan. PT GNI juga berkontribusi pada beberapa tindakan nyata lainnya seperti membangun lanskap hijau hingga menjaga standar kualitas udara.
“Kita berkomitmen untuk bekerja sama dalam mencapai industri yang lebih hijau dan berlandaskan tata kelola yang baik. Transisi industri hijau tidak serta merta hanya mengenai perubahan teknologi. Kita dukung dengan kontribusi pada aspek lain, misalnya lanskap hijau, menjaga ambang batas emisi, dan lain sebagainya,” tegas Mellysa.
Sebagai perusahaan smelter di Indonesia, PT GNI turut mendukung dan berkontribusi dalam kebijakan serta kemajuan sosial ekonomi berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Berbagai inisiatif telah dilakukan guna memperkuat penerapan ESG seperti halnya dalam menjaga ekosistem lingkungan dan pengurangan karbon emisi melalui kerja sama dengan Milenial Indonesia Menanam dengan menargetkan pembibitan 1000 pohon di area smelter. Selain itu, pengolahan limbah industri yang dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.
Dalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR), PT GNI akan memperluas program CSR dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Hal ini termasuk program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat sekitar lingkar industri.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan mencari cara terbaik untuk mencapai keseimbangan antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial. ESG bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi setiap perusahaan yang ingin berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.” tutup Mellysa.
Turut berpartisipasi dalam panel diskusi bersama-sama dengan GNI, PT Medco Energi Mining Internasional, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), dan Ecolab Indonesia serta dimoderatori oleh Josef Sunario, dari PT Datang DSSP Power Indonesia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





