Jumat, 15 Mei 2026

Dihantam Isu Daya Beli, Industri Ritel Diramal Tumbuh 5% Tahun 2025

Penulis : Prisma Ardianto
10 Nov 2024 | 16:39 WIB
BAGIKAN
Warga berbelanja kebutuhan pokok di toko ritel modern. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Warga berbelanja kebutuhan pokok di toko ritel modern. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran oleh Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2024 menerangkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 215,9 atau tumbuh 5,8% year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,5% (yoy), didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, dan bahan bakar kendaraan bermotor.

Secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh 1,7% month to month (mtm) pada Agustus 2024, meningkat setelah bulan sebelumnya mengalami kontraksi 7,2% (mtm).

Peningkatan tersebut terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, peralatan informasi dan komunikasi, serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Ini sejalan dengan peningkatan permintaan saat perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) didukung penerapan strategi potongan harga oleh retailer.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, BI memperkirakan penjualan eceran pada November 2024 akan meningkat, namun bergerak menurun pada Februari 2025 mendatang. Dari sisi harga, harga barang diprakirakan bakal menurun baik pada November 2024 maupun pada Februari 2025.

Di sisi lain, Bank Indonesia lewat Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) melaporkan bahwa lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor terindikasi melambat yang tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) 0,90% pada kuartal III-2024. Posisi SBT itu lebih rendah dari kuartal sebelumnya dengan SBT 1,38%, sejalan dengan normalisasi permintaan pasca-HKBN Idulfitri dan Iduladha.

Berdasarkan survei yang sama, BI memperkirakan pada kuartal IV-2024 kegiatan di sektor perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor masih tetap positif meskipun melambat dengan SBT sebesar 0,52%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia