Jumat, 15 Mei 2026

Menko Pangan: Mudah-Mudahan Tak Ada Impor Beras Tahun Depan

Penulis : Prisma Ardianto
10 Nov 2024 | 19:54 WIB
BAGIKAN
Petugas mengecek stok beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Petugas mengecek stok beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah mungkin tak akan mengimpor beras pada tahun 2025 nanti.

“Impor beras tahun lalu (2024) sampai 3 juta ton dan tahun depan (2025) mudah-mudahan tidak ada impor beras lagi,” ungkap Zulkifli Hasan atau Zulhas di Lampung Selatan, pada Minggu (10/11/2024), seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) secara kumulatif Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 3,05 juta ton atau senilai US$ 1,91 miliar selama Januari-Agustus 2024. Artinya, impor beras telah meningkat 121,34% dibandingkan periode sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Tiga negara dengan jumlah impor beras terbanyak ke Indonesia adalah Thailand sebanyak 1,13 juta ton atau senilai US$ 734,78 juta; Vietnam sebanyak 0,87 juta ton atau senilai US$ 542,86 juta; dan Pakistan sebanyak 0,46 juta ton atau US$ 290,56 juta.

Sementara itu, rencana impor beras tahun pada tahun 2024 ini mencapai 4,35 juta ton. Jumlah impor itu mungkin tidak akan terealisasi seluruhnya apabila produksi September-Oktober 2024 dapat sesuai prediksi.

Zulhas menyebut bahwa ketergantungan impor beras mengganggu misi Indonesia untuk mencapai cita-cita mengembalikan kedaulatan pangan. Semakin lama ketergantungan impor beras, maka Indonesia semakin sulit untuk menjadi negara maju, begitu juga dampaknya ke petani yang akan semakin miskin.

Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah berupaya untuk memperbaiki tata kelola di sektor pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat menambah minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian sehingga ikut serta mendorong kedaulatan pangan negeri ini.

“Kalau dahulu 65% pekerjaan andalan yang ada di Indonesia itu adalah petani, sekarang anak muda tidak berminat menjadi petani,” ujar Zulhas. Ia mengatakan saat ini sektor pertanian mengalami penuaan, karena para generasi muda lebih gemar memilih pekerjaan lain di luar pertanian.

“Petani tidak jadi pilihan anak muda hanya tersisa 25% saja dari seluruh jenis pekerjaan. Kita butuh tumbuhnya petani-petani milenial lagi di berbagai daerah agar penuaan sektor pertanian ini tidak berlanjut,” kata Zulhas.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 13 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia