ID Food Siap Serap Susu Sapi Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investor.id – Holding BUMN Pangan ID Food melalui anak perusahaannya PT Rajawali Nusindo siap membantu untuk menyerap susu sapi segar peternak lokal. Langkah ini sebagai upaya menjaga suplai susu sapi lokal dapat terserap memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt. Direktur Utama PT Rajawali Nusindo Wahyu Sakti mengatakan, pihaknya juga akan mengambil peran untuk menjembatani antara peternak dengan Industri Pengolahan Susu (IPS).
“Diharapkan, langkah ini dapat membantu dan meringankan para peternak lokal yang mengalami kesulitan dalam menjual susu sapi hasil produksinya,” ujar Wahyu, melalui keterangan resminya, yang diterima Rabu (13/11/2024).
Baca Juga:
Produk Susu Wajib TKDN 40%Menurutnya, hal ini menjadi langkah awal perusahaan menjajaki penyerapan susu sapi lokal produksi para peternak di Boyolali, Jawa Tengah.
“Hari ini tim dari Nusindo telah rapat bersama dengan perwakilan peternak, pelopor, dan pengepul susu yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali di kantor setempat,” kata dia.
Soal mulai kapan komitmen tersebut dieksekusi, Wahyu mengatakan, pihaknya masih akan dilakukan pertemuan lanjutan membahas terkait teknis kerja sama, mengingat pertemuan pertama baru dilaksanakan pada Selasa (12/11/2024) kemarin.
“Tentunya yang akan menjadi concern juga terkait kualitas susu sapi yang akan diserap. Nantinya direncanakan ada pembinaan untuk menjaga kualitas dan kapasitas produksi susu sapi dari peternak. Tadi sudah disebutkan ada 30 ton per hari yang tidak terserap, untuk memastikan itu sesuai standar akan ada yang menjembatani, yaitu regulator atau pemerintah dan pengawas,” kata Wahyu.
Dia mengaku, kerja sama penyerapan susu sapi ini memiliki potensi yang baik. Pasalnya, kebutuhan susu sapi akan meningkat dengan adanya program pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis.
Semangat Perternak
Sementara itu, Perwakilan dari Peternak Sapi Perah dan Pengepul, Sriyono Bonggol, menyampaikan, pihaknya mengakui sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang distribusi pangan. Saat ini, pihaknya tengah mempelajari lebih lanjut rencana kerja sama penyaluran produk susu sapi Boyolali ke IPS tersebut.
“Artinya mereka (Nusindo) akan menjembatani pendistribusian produk susu sapi dari koperasi ke IPS. Ini masih dalam proses tindak lanjut,” jelas dia.
Sriyono optimistis peternak lokal sanggup memenuhi permintaan pasar. Hal ini terkait kesanggupan mengirim susu sapi tambahan usai keputusan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meminta seluruh produk susu lokal harus diterima IPS.
“Ketika pasar tersedia dan tersedia profit, maka peternak bakal bersemangat untuk menambah sapi perah. Otomatis, masyarakat akan berbondong-bondong untuk memelihara sapi perah,” terang Sriyono.
“Dengan kesempatan ini (kerja sama dengan Nusindo), kami juga bisa memilah dan memilih mana IPS yang menguntungkan. Tentu harganya bisa bersaing,” ucapnya.
Sriyono menegaskan sebelum berbicara kapasitas produksi sapi perah peternak yang dihasilkan, yang lebih penting adalah ketersediaan pasar. Jangan sampai produksi berlimpah tapi pasar lesu bahkan dibatasi.
Sedangkan mengenai kualitas susu sapi, ia mengatakan, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagaimana kualitas susu peternak bisa bagus. “Hal tersebut perlu peran serta semua pihak terutama IPS untuk memberikan pengarahan dan pembinaan ke peternak,” pungkas Sriyono.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





