Jumat, 15 Mei 2026

ID Food Siap Serap Susu Sapi Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
13 Nov 2024 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Pekerja menggunakan alat laktodensimeter untuk mengukur berat jenis susu di Koperasi Unit Desa (KUD) Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2024). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pekerja menggunakan alat laktodensimeter untuk mengukur berat jenis susu di Koperasi Unit Desa (KUD) Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2024). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

JAKARTA, investor.id – Holding BUMN Pangan ID Food melalui anak perusahaannya PT Rajawali Nusindo siap membantu untuk menyerap susu sapi segar peternak lokal. Langkah ini sebagai upaya menjaga suplai susu sapi lokal dapat terserap memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Plt. Direktur Utama PT Rajawali Nusindo Wahyu Sakti mengatakan, pihaknya juga akan mengambil peran untuk menjembatani antara peternak dengan Industri Pengolahan Susu (IPS).

“Diharapkan, langkah ini dapat membantu dan meringankan para peternak lokal yang mengalami kesulitan dalam menjual susu sapi hasil produksinya,” ujar Wahyu, melalui keterangan resminya, yang diterima Rabu (13/11/2024).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, hal ini menjadi langkah awal perusahaan menjajaki penyerapan susu sapi lokal produksi para peternak di Boyolali, Jawa Tengah.

“Hari ini tim dari Nusindo telah rapat bersama dengan perwakilan peternak, pelopor, dan pengepul susu yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali di kantor setempat,” kata dia.

Soal mulai kapan komitmen tersebut dieksekusi, Wahyu mengatakan, pihaknya masih akan dilakukan pertemuan lanjutan membahas terkait teknis kerja sama, mengingat pertemuan pertama baru dilaksanakan pada Selasa (12/11/2024) kemarin.

“Tentunya yang akan menjadi concern juga terkait kualitas susu sapi yang akan diserap. Nantinya direncanakan ada pembinaan untuk menjaga kualitas dan kapasitas produksi susu sapi dari peternak. Tadi sudah disebutkan ada 30 ton per hari yang tidak terserap, untuk memastikan itu sesuai standar akan ada yang menjembatani, yaitu regulator atau pemerintah dan pengawas,” kata Wahyu.

Dia mengaku, kerja sama penyerapan susu sapi ini memiliki potensi yang baik. Pasalnya, kebutuhan susu sapi akan meningkat dengan adanya program pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis.

Semangat Perternak

Sementara itu, Perwakilan dari Peternak Sapi Perah dan Pengepul, Sriyono Bonggol, menyampaikan, pihaknya mengakui sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang distribusi pangan. Saat ini, pihaknya tengah mempelajari lebih lanjut rencana kerja sama penyaluran produk susu sapi Boyolali ke IPS tersebut.

“Artinya mereka (Nusindo) akan menjembatani pendistribusian produk susu sapi dari koperasi ke IPS. Ini masih dalam proses tindak lanjut,” jelas dia.

Sriyono optimistis peternak lokal sanggup memenuhi permintaan pasar. Hal ini terkait kesanggupan mengirim susu sapi tambahan usai keputusan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meminta seluruh produk susu lokal harus diterima IPS.

“Ketika pasar tersedia dan tersedia profit, maka peternak bakal bersemangat untuk menambah sapi perah. Otomatis, masyarakat akan berbondong-bondong untuk memelihara sapi perah,” terang Sriyono.

“Dengan kesempatan ini (kerja sama dengan Nusindo), kami juga bisa memilah dan memilih mana IPS yang menguntungkan. Tentu harganya bisa bersaing,” ucapnya.

Sriyono menegaskan sebelum berbicara kapasitas produksi sapi perah peternak yang dihasilkan, yang lebih penting adalah ketersediaan pasar. Jangan sampai produksi berlimpah tapi pasar lesu bahkan dibatasi.

Sedangkan mengenai kualitas susu sapi, ia mengatakan, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagaimana kualitas susu peternak bisa bagus. “Hal tersebut perlu peran serta semua pihak terutama IPS untuk memberikan pengarahan dan pembinaan ke peternak,” pungkas Sriyono.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia