Kamis, 14 Mei 2026

Pengusaha Susu Lokal Diminta Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing

Penulis : Harso Kurniawan
18 Nov 2024 | 21:12 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pengusaha susu. (ist)
Ilustrasi pengusaha susu. (ist)

JAKARTA, Investor.id – Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Gatot Nazir Ahmad mengingatkan pengusaha susu lokal untuk tidak hanya bergantung pada proteksi pemerintah, tetapi juga fokus pada peningkatan efisiensi dan daya saing. Inovasi dan efisiensi sangat penting agar industri susu nasional tetap kompetitif di pasar yang semakin terbuka.

Gatot menjelaskan, kebijakan ini berfungsi sebagai perlindungan bagi industri lokal agar mampu menghadapi persaingan yang tak seimbang dengan produk impor yang seringkali lebih murah.

"Tarif bea masuk (BM) impor memberikan kesempatan bagi produsen lokal untuk bertumbuh dan meningkatkan daya saingnya," ujar Gatot, Senin (18/11/2024).

ADVERTISEMENT

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan, tarif BM 0% susu impor merupakan bagian dari free trade agreement (FTA) Indonesia dan negara mitra dagang.

Gatot menambahkan, meskipun perjanjian perdagangan, seperti Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dan Asean-Australia-New Zealand FTA memperluas akses produk Indonesia di pasar internasional, kebijakan ini tetap mempertimbangkan perlindungan untuk sektor yang sensitif.

Dalam skema IA-CEPA, Indonesia memberlakukan tarif bea masuk sebesar 4% untuk beberapa produk susu impor berkode HS 0401.10.10, 0401.10.90, dan 0401.20.90 hingga 2032. Tarif ini dihapus secara bertahap dan mencapai 0% pada tahun 2033. Untuk produk dengan kode HS 0401.20.10, penurunan tarif diterapkan secara bertahap.

Selain IA-CEPA, AANZFTA yang telah diamandemen melalui protokol kedua juga mengatur liberalisasi tarif secara selektif. Rata-rata liberalisasi tarif di antara negara anggota AANZFTA mencapai 91,94%, dengan liberalisasi penuh di Australia, Selandia Baru, dan Singapura.

“Kebijakan bertahap ini memberikan produsen lokal waktu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk mereka agar tetap kompetitif di pasar,” tambah Gatot.

Sebagai langkah strategis, dia menuturkan, pemerintah meningkatkan akses peternak lokal ke teknologi dan peralatan modern, serta menyediakan subsidi dan inisiatif fiskal untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk lokal.

"Dengan memperkuat standar kualitas, dukungan teknologi, dan subsidi tepat sasaran, kita bisa menjaga daya saing produk lokal di tengah tantangan global,” ujar Gatot.

Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi sebelumnya mengungkapkan, tantangan utama yang dihadapi peternak sapi perah dalam negeri adalah ketidakmampuan bersaing di pasar lokal, sebagian besar disebabkan oleh perjanjian perdagangan bebas yang mempermudah produk susu impor masuk ke Indonesia. Oleh sebab itu, kebijakan BM tetap diberlakukan untuk melindungi peternak lokal dan memberi ruang bagi industri susu domestik agar terus berkembang.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 22 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 31 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 48 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia