Jumat, 15 Mei 2026

Menko Perekenomian Airlangga Pastikan B40 Diimplementasikan Mulai Januari 2025

Penulis : Celvin M. Sipahutar
29 Nov 2024 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Ministerial Meeting, Jumat (29/11/2024).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Ministerial Meeting, Jumat (29/11/2024).

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan biodiesel B40 akan diimplementasikan pada awal Januari 2025. Biodiesel berbasis kelapa sawit itu diklaim dapat mengurangi karbon dioksida (CO2) hingga 40 juta ton.

"Kami berkomitmen memulai biodiesel B40 pada 1 Januari 2025," kata Airlangga dalam konferensi pers Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Ministerial Meeting, Jumat (29/11/2024).

Airlangga juga mengungkapkan, pemerintah telah sepakat menambah volume produksi sawit nasional untuk memenuhi kuota B40.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah memutuskan volume tambahan untuk kuota. Saya pikir dengan skema yang ada sekarang, BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) sudah bersedia memberikan pendanaan untuk menutup selisih harga CPO dan minyak solar," ucapnya.

Percepatan implementasi biodiesel B40, yakni campuran solar dengan 40% bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Airlangga menambahkan, program B40 ini sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, teutama terkait ketahanan pangan, kemandirian pangan, kemandirian energi, serta hilirisasi industri perkebunan dalam hal ini sawit.

Melalui program B40 ini, pemerintah meningkatkan adopsi biodiesel berbasis kelapa sawit di berbagai jenis kendaraan.

Program B40, kata Airlangga, B40 memiliki kontribusi besar secara global dalam memangkas emisi karbon.

"Dalam program B35 kita menghemat sekitar 32 juta ton C02. Kalau untuk B40 lebih dari 40 juta ton (CO2)," paparnya. 

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani mengapresiasi pogram B40 dari pemerintah Indonesia.

Dia menilai bahwa program tersebut merupakan kontribusi konkret Indonesia dalam mengurangi emisi karbon global dan mendukung transisi energi hijau.

"Penggunaan biodiesel dengan minyak sawit ini harus diterima oleh dunia, karena telah mengurangi banyak emisi karbon," ujar Abdul Ghani.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia