Jumat, 15 Mei 2026

Program Tiga Juta Rumah Butuh Terobosan

Penulis : Edo Rusyanto
11 Des 2024 | 10:51 WIB
BAGIKAN
Perlu kolaborasi mengatasi sumbatan dan hambatan baik dari sisi supply dan demand-nya agar Program Tiga Juta Rumah bisa berjalan.
Perlu kolaborasi mengatasi sumbatan dan hambatan baik dari sisi supply dan demand-nya agar Program Tiga Juta Rumah bisa berjalan.

Jakarta, Investor.id- Pengembang properti menilai untuk mewujudkan Program Tiga Juta Rumah perlu terobosan dari pemerintah.

Menurut Hari Ganie, wakil ketua umum DPP Realestat Indonesia (REI), terobosan yang diharapkan adalah agar Program itu bisa terserap pasar dengan baik oleh masyarakat dan pasar.

“Dengan jumlah penduduk yang banyak, housing backlog yang besar dan kriteria calon pembeli rumah di Indonesia yang makin beragam, bagi pemerintah, pelaku usaha dan perbankan  perlu kolaborasi mengatasi sumbatan dan hambatan baik dari sisi supply dan demand-nya agar Program Tiga Juta Rumah bisa berjalan,” ujar Harie Gani dalam siaran pers Rabu (11/12/2024).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, program yang mencakup pembangunan dua juta rumah di perdesaan dan satu juta di perkotaan merupakan peluang bagi dunia usaha.

Hari menegaskan, pemerintah tetap harus realistis dengan kapasitas kesanggupan pembangunan dan pembiayaan setiap tahun di kisaran 300-400 ribu unit rumah per tahun. 

“Diperlukan cara baru dan insentif untuk dapat mendukung program ini. Adanya insentif PPN DTP merupakan salah satu contoh regulasi yang dibutuhkan pada tahun depan. Sebab, adanya insentif PPN DTP terbukti dapat mendorong penjualan properti di tahun ini,” tutur dia.

Bagi Junaidi Abdillah, ketua umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) jika pemerintah terus melakukan singkronisasi terhadap aturan-aturan yang menghambat dan menghilangkan ego sektoral, pihaknya optimistis Program T Juta Rumah bisa tercapai.

“Kementerian PKP diharapkan bisa maksimal melakukan singkronisasi dengan kementerian atau lembaga lain terhadap aturan yang menghambat dunia usaha dan terus melakukan terobosan khususnya cakupan kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal,” kata dia.

Junaidi berharap kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa ditambah pada 2025.

Namun, kata dia, Apersi optimistis kuota FLPP tahun 2025 berkisar 250-350 ribu unit.

"Melihat data history, kami optimistis di rentang 250 ribu sampai dengan 350 ribu untuk tahun 2025," ujar Junaidi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia