Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Berencana Tambah Stok Cadangan Beras Jadi 2,5 Juta Ton

Penulis : Prisma Ardianto
23 Des 2024 | 21:03 WIB
BAGIKAN
Petugas mengecek stok beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Petugas mengecek stok beras di gudang Perum Bulog Umbul Tengah, Kota Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mencanangkan untuk menambah sotk cadangan beras dari 2 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2025. Ini menjadi upaya pemerintah untuk lebih banyak menyerap hasil panen petani dan mendorong kepercayaan masyarakat tentang ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam dalam konferensi pers rapat koordinasi terbatas dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional serta pemenuhan cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun 2025 di Jakarta, pada Senin (23/12/2024).

“Itu yang sudah kami putuskan tadi, antara lain beras, kalau sekarang stok kita 2 juta ton, kita rencanakan nanti akan kami bawa ke rapat terbatas (Ratas) dengan Bapak Presiden RI sekurang-kurangnya 2,5 juta ton,” ujar Zulkifli Hasan, seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, jika pasokan beras telah terpenuhi sebesar 2,5 juta ton, artinya daya serap petani kuat sehingga menimbulkan kepercayaan publik karena stok beras yang besar. Selain itu, cadangan pangan pemerintah menjadi hal penting dalam rangka mewujudkan swasembada pangan sebagai program prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

“Kita tadi membahas mengenai cadangan pangan pemerintah, dan program prioritas utama Presiden RI Prabowo Subianto adalah swasembada pangan, oleh karena itu cadangan pangan pemerintah menjadi penting,” jelas Zulhas.

Di sisi lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mendorong percepatan swasembada pangan sebagai langkah strategis untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri secara berkelanjutan dan mandiri.

Langkah ini penting dilakukan untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus mengimplementasikan visi Presiden Prabowo Subianto sesuai yang tertuang di dalam Astacita. Dengan demikian, Arief optimistis pada tahun 2025 Indonesia mampu memenuhi pangan dalam negeri tanpa harus bergantung pada kebijakan impor.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 31 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia