Jumat, 15 Mei 2026

Kejar Swasembada Pangan, Kementan Fokus Oplah dan Cetak Sawah Baru pada 2025

Penulis : Muhammad Farhan
25 Des 2024 | 22:40 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, usai Rapat Pimpinan (Rapim) perihal Kesiapan Produksi Pangan Jelang Nataru dan Masa Tanam 2025, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin kemarin (23/12/2024). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, usai Rapat Pimpinan (Rapim) perihal Kesiapan Produksi Pangan Jelang Nataru dan Masa Tanam 2025, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin kemarin (23/12/2024). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap fokus Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2025. Hal itu disampaikan Mentan Amran usai Rapat Pimpinan (Rapim) perihal Kesiapan Produksi Pangan Jelang Nataru dan Masa Tanam 2025, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (23/12/2024) kemarin.

Dia menyatakan, Kementan mengambil langkah strategis guna mempercepat pelaksanaan program swasembada pangan. Terhitung mulai awal tahun 2025, Kementan akan melaksanakan langkah strategis cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah).

Mentan Amran menegaskan, pihaknya diamanatkan untuk melaksanakan salah dua dari empat program prioritas Presiden Prabowo yaitu swasembada pangan dan mendukung makan bergizi gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

“Arahan beliau kita fokus pada swasembada pangan, selain itu kita memberi dukungan untuk program pangan bergizi,” jelas Amran dikutip dari keterangan resminya, Rabu (25/12/2024).

Oleh karena itu, upaya menyukseskan program swasembada pangan dan pangan bergizi gratis, dilakukan Kemanten dengan mempercepat program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah). Langkah ini dipilih untuk meningkatkan produksi padi nasional.

“Rencana kita ke depan di tahun 2025, kita sudah siapkan dari sekarang. Untuk oplah dan cetak sawah, persiapan cukup bagus. Kami minta seluruh penanggung jawab oplah dan cetak sawah untuk tingkatkan,” jelas Amran.

Selain itu, Amran mengungkapkan Kementan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam rangka pelaksanaan program program cetak sawah dan oplah. “Adapun turunan dari program swasembada pangan adalah kita perbaiki irigasi bekerja sama dengan Kementerian PU. Kita akan rapat lagi untuk finalisasi,” ucap Amran.

Sebelumnya, Kementan memastikan ketersediaan stok beras di momen perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) tetap tersedia. Stok beras yang tercatat, disebut Kementan, tersedia sebanyak 2 juta ton.

Alhamdulillah, stok kita aman. Terutama untuk stok beras kami sudah diskusi dan komunikasi dengan Bulog itu ada 2 juta ton,” kata Mentan Amran.

Dia menuturkan, stok pangan lainnya juga tetap aman dan tersedia hingga awal tahun 2025. Selain stok pangan seperti seperti telur, ayam, dan cabai tersedia, harga komoditas itu pun dipastikan tetap terjaga stabil.

“Tidak hanya kecukupan produksi yang aman, harga komoditas juga terpantau stabil. Jadi sangat aman, harga bahan pangan juga terjadi penurunan,” tutur Amran.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia