Bahlil Kaji Pangkas Jumlah Industri Penerima HGBT
JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sejumlah sektor industri akan kembali diperpanjang di 2025. Namun demikian, ada peluang jumlah industri yang menerima manfaat itu akan dipangkas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengevaluasi sejumlah industri yang dinilai masih layak menerima kebijakan ‘gas murah’ untuk industri tersebut.
Sebagai informasi, kebijakan HGBT sebesar US$ 6 per mmbtu kepada tujuh industri. Kebijakan ini digulirkan pemerintah sejak 2020 dan telah berakhir pada 31 Desember 2024.
Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional, baik dari sisi perpajakan maupun penyerapan tenaga kerja.
Bahlil menerangkan, ia bersama tim kini tengah melakukan evaluasi terkait kriteria-kriteria jenis industri yang layak.
“HGBT sekarang masih kita exercise (implementasi) lagi, karena dari 20 kriteria industri yang dapat HGBT, kami sekarang lagi evaluasi,” ungkap Bahlil saat ditemui di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Di samping itu, dia bilang, pemerintah juga tak menutup kemungkinan apabila jumlah sektor industri dikurangi, dari yang semula terdapat 7 sektor.
Menurut Bahlil, apabila internal rate of return (IRR) sudah baik, maka industri tersebut tidak akan lagi menikmati kebijakan HGBT. IRR sendiri merupakan indikator untuk mengetahui tingkat efisiensi dari sebuah investasi.
Terkait finalisasi revisi kebijakan tersebut, Bahlil menargetkan bakal rampung dalam waktu dekat.
Baca Juga:
5 Tantangan Industri Baja Tahun 2025Diketahui, tujuh sektor industri yang sebelumnya diberikan harga gas di bawah US$ 6 adalah industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan karet.
“Yang IRR-nya sudah bagus, kemungkinan kita dapat pertimbangkan untuk dikeluarkan di dalam checklist HGBT. Tetapi kalau yang masih dibutuhkan, itu tetap kita pertahankan,” pungkas Bahlil.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






