Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Kaji Pangkas Jumlah Industri Penerima HGBT

Penulis : Bambang Ismoyo
7 Jan 2025 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Jakarta, Selasa (7/1/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Jakarta, Selasa (7/1/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sejumlah sektor industri akan kembali diperpanjang di 2025. Namun demikian, ada peluang jumlah industri yang menerima manfaat itu akan dipangkas.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengevaluasi sejumlah industri yang dinilai masih layak menerima kebijakan ‘gas murah’ untuk industri tersebut.

Sebagai informasi, kebijakan HGBT sebesar US$ 6 per mmbtu kepada tujuh industri. Kebijakan ini digulirkan pemerintah sejak 2020 dan telah berakhir pada 31 Desember 2024.

ADVERTISEMENT

Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional, baik dari sisi perpajakan maupun penyerapan tenaga kerja.

Bahlil menerangkan, ia bersama tim kini tengah melakukan evaluasi terkait kriteria-kriteria jenis industri yang layak.

“HGBT sekarang masih kita exercise (implementasi) lagi, karena dari 20 kriteria industri yang dapat HGBT, kami sekarang lagi evaluasi,” ungkap Bahlil saat ditemui di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Jakarta, Selasa (7/1/2025).

Di samping itu, dia bilang, pemerintah juga tak menutup kemungkinan apabila jumlah sektor industri dikurangi, dari yang semula terdapat 7 sektor.

Menurut Bahlil, apabila internal rate of return (IRR) sudah baik, maka industri tersebut tidak akan lagi menikmati kebijakan HGBT. IRR sendiri merupakan indikator untuk mengetahui tingkat efisiensi dari sebuah investasi.

Terkait finalisasi revisi kebijakan tersebut, Bahlil menargetkan bakal rampung dalam waktu dekat.

Diketahui, tujuh sektor industri yang sebelumnya diberikan harga gas di bawah US$ 6 adalah industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan karet.

“Yang IRR-nya sudah bagus, kemungkinan kita dapat pertimbangkan untuk dikeluarkan di dalam checklist HGBT. Tetapi kalau yang masih dibutuhkan, itu tetap kita pertahankan,” pungkas Bahlil.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia