Jumat, 15 Mei 2026

Aletra Kejar TKDN 40%

Penulis : Indah Ayu Pujiastuti
13 Jan 2025 | 20:37 WIB
BAGIKAN
Acara Penandatanganan Kerja Sama antara Aletra dan Zhejiang Yeoning Technology Group di Jakarta pada Senin (13/1/2025). (Foto: Indah Ayu Pujiastuti)
Acara Penandatanganan Kerja Sama antara Aletra dan Zhejiang Yeoning Technology Group di Jakarta pada Senin (13/1/2025). (Foto: Indah Ayu Pujiastuti)

JAKARTA, Investor.id -Produsen mobil listrik asal China, Aletra, berusaha mengejar pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40%. Salah satu caranya adalah menjalin kerja sama dengan Zhejiang Yoening Technology Group dari China.

Acara penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ceo Aletra Andre Jodjana dan Vice President of Zhejiang Yoening Technology Group dan Executive Vice President of Jiangsu Yoening New Energy Co Xu Shuoyi.

Andre mengatakan kerja sama dengan Zhejiang Yoening Technology Group adalah langkah strategis untuk memastikan Aletra tidak hanya memenuhi persyaratan TKDN, tetapi juga membawa teknologi baterai kelas dunia yang aman, efisien, dan berkelanjutan ke Indonesia. "Komitmen kami adalah menghadirkan kendaraan listrik yang relevan dengan kebutuhan konsumen lokal sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas hijau di masa depan," kata dia di Jakarta, Senin (13/1/2025).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Xu Shuoyi memaparkan berdasarkan analisis, penjualan kendaraan listrik secara global mencapai 29%. Dia menambahkan, saat ini Yeoning memiliki banyak pusat operasional di seluruh kota China. Ia percaya kerja sama ini akan membawa hasil yang luar biasa. "Kami yakin dapat mendukung Aletra mencapai standar nasional sekaligus menyediakan solusi energi yang aman, tahan lama, dan kompetitif secara global," papar Xu Shuoyi.

Pada kesempatan yang sama, Technical Director Aletra Djoko Purwanto berharap adanya MoU ini dapat berlanjut menjadi suatu industri khususnya di Indonesia yakni dalam hal pengembangan baterai. "Juga untuk menambah tingkat komponen dalam negeri atau lokal kontennya. Saya rasa itu salah satunya sehingga akan menjadi lebih banyak dilakukan di Indonesia," kata dia.

Djoko menjelaskan tahap MoU ini adalah tahap perusahaan mengetahui data-data apa yang diperlukan, dan apa yang akan secepatnya bisa dilakukan. "Karena kami tentunya tidak akan langsung membangun pabrik. Jadi kami akan merakit dulu mana yang bisa kami kerjakan di Indonesia dan mana yang masih dari sana (China)," kata dia.

Djoko mengatakan pihaknya berusaha mengejar untuk bisa merakit sendiri (baterai) dahulu. Soal investasi, Djoko juga enggan untuk memaparkan secara detail. "Investasinya detailnya belum bisa di-share, nanti akan diumumkan ke depannya terkait factory dan peralatannya," kata dia.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia