Aletra Kejar TKDN 40%
JAKARTA, Investor.id -Produsen mobil listrik asal China, Aletra, berusaha mengejar pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40%. Salah satu caranya adalah menjalin kerja sama dengan Zhejiang Yoening Technology Group dari China.
Acara penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ceo Aletra Andre Jodjana dan Vice President of Zhejiang Yoening Technology Group dan Executive Vice President of Jiangsu Yoening New Energy Co Xu Shuoyi.
Andre mengatakan kerja sama dengan Zhejiang Yoening Technology Group adalah langkah strategis untuk memastikan Aletra tidak hanya memenuhi persyaratan TKDN, tetapi juga membawa teknologi baterai kelas dunia yang aman, efisien, dan berkelanjutan ke Indonesia. "Komitmen kami adalah menghadirkan kendaraan listrik yang relevan dengan kebutuhan konsumen lokal sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas hijau di masa depan," kata dia di Jakarta, Senin (13/1/2025).
Sementara itu, Xu Shuoyi memaparkan berdasarkan analisis, penjualan kendaraan listrik secara global mencapai 29%. Dia menambahkan, saat ini Yeoning memiliki banyak pusat operasional di seluruh kota China. Ia percaya kerja sama ini akan membawa hasil yang luar biasa. "Kami yakin dapat mendukung Aletra mencapai standar nasional sekaligus menyediakan solusi energi yang aman, tahan lama, dan kompetitif secara global," papar Xu Shuoyi.
Pada kesempatan yang sama, Technical Director Aletra Djoko Purwanto berharap adanya MoU ini dapat berlanjut menjadi suatu industri khususnya di Indonesia yakni dalam hal pengembangan baterai. "Juga untuk menambah tingkat komponen dalam negeri atau lokal kontennya. Saya rasa itu salah satunya sehingga akan menjadi lebih banyak dilakukan di Indonesia," kata dia.
Djoko menjelaskan tahap MoU ini adalah tahap perusahaan mengetahui data-data apa yang diperlukan, dan apa yang akan secepatnya bisa dilakukan. "Karena kami tentunya tidak akan langsung membangun pabrik. Jadi kami akan merakit dulu mana yang bisa kami kerjakan di Indonesia dan mana yang masih dari sana (China)," kata dia.
Djoko mengatakan pihaknya berusaha mengejar untuk bisa merakit sendiri (baterai) dahulu. Soal investasi, Djoko juga enggan untuk memaparkan secara detail. "Investasinya detailnya belum bisa di-share, nanti akan diumumkan ke depannya terkait factory dan peralatannya," kata dia.
Keunggulan Teknologi Short Blade Baterai
Kerja sama ini akan mencakup proses alih teknologi serta serta penyediaan material khususnya untuk pemenuhan kebutuhan Short Blade Bulletproof Battery yang akan menjadi salah satu komponen kunci produk Aletra.
Vice President of Jiangsu Yoening New Energy Co., Ltd. Yan Yonggui mengatakan bahwa Yoening berfokus pada pengembangan atau penelitian. "Kami memiliki lebih dari 600 staf peneliti dan pengembang di antaranya bergelar Master dan Doctor. Selain itu juga melibatkan orang-orang dari Tiongkok, Jerman, dan Amerika," papar dia.
Yeoning juga memiliki sistem dan proses yang canggih dalam pengembangan baterai secara menyeluruh. "Karena baterai ini sangatlah penting untuk kebutuhan kendaraan listrik," kata dia.
Yang memaparkan ada tiga keunggulan yang ditawarkan Short Blade Baterai. "Pertama adalah dengan menggabungkan karakteristik kendaraan dari Aletra kami menyediakan baterai berbentuk short blade yang mencapai kapasitas baterainya 192Wh per kg," papar Yang. Sehingga, lanjut dia, mampu membantu kendaraan listrik mencapai jarak tempuh hingga 540 km.
Selain itu, Yoening juga melakukan uji tusuk yang delapan kali lebih ketat dibandingkan standarnya. "Kami menyediakan baterai yang sangat aman untuk digunakan. Karena untuk mobil sangatlah penting penggunaan baterai ini karena aman," kata dia.
Ketiga, Yeoning melakukan penelitian berdasarkan penggunaan baterai, menghasilkan masa pakai hingga 3500 siklus pengisian ulang. "Masa pakai baterai cukup lama dan aman bagi kendaraan," imbuh Yang.
Secara teknis, teknologi Short Blade Bulletproof Battery berkapasitas 64,7 kWh menjadi salah satu daya tarik utama bagi varian Aletra 8S EV. "Dengan kepadatan energi sebesar 192 Wh/KG, baterai menjadi lebih ringan namun tetap dapat menampung kapasitas besar dengan pengisian daya yang lebih cepat," kata Product Manager Aletra Christo Antyo.
Dia membeberkan bahwa baterai tersebut dapat mencapai 3.500 kali siklus pemakaian, yang setara dengan pengisian daya dan berkendara sejauh 1 juta Km dengan dampak minimal pada kemampuan baterai. Berdasarkan rata-rata pengemudi yang berkendara sejauh 20.000 kilometer setahun, teknologi Short Blade Bulletproof Battery dapat beroperasi hingga 50 tahun, sehingga secara signifikan memperpanjang usia pakai baterai, meningkatkan nilai sisa EV bekas, dan mengurangi emisi karbon lebih dari 80.000 ton setahun.
Short Blade Bulletproof Battery juga aman karena telah lulus uji penetrasi peluru senapan infanteri 5,8 mm (5,8×42 mm), tanpa peristiwa penyalaan termal. Yang pertama di industri, baterai tersebut juga lulus uji 6 kondisi ekstrem (Six Extremes) yang mencakup korosi akibat perendaman air laut, lingkungan dingin ekstrem, pengikisan dasar kendaraan dengan frekuensi tinggi, penggilasan dengan beban berlebih seberat 26 ton, tabrakan samping oleh kendaran tunggal, dan pembakaran api.
Dengan desain rangka grid yang dipatenkan pada teknologi Short Blade Bulletproof Battery, rongga penyerap energi, pelat pelindung bawah sandwich tiga lapis, integrasi cell-to-body/CTB, sistem kontrol pelarian termal, dan berbagai fitur keselamatan lainnya, baterai tersebut berhasil lulus dalam keenam pengujian tersebut.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






