Jumat, 15 Mei 2026

BPS Ungkap Produksi Beras Naik 52,32% pada Januari–Maret 2025

Penulis : Muhammad Farhan
7 Feb 2025 | 19:58 WIB
BAGIKAN
Foto udara petani meratakan padi yang dijemur di areal persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Foto udara petani meratakan padi yang dijemur di areal persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan produksi beras nasional periode Januari–Maret 2025 mencapai 8,67 juta ton. Angka tersebut melonjak 52,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,69 juta ton.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, potensi peningkatan produksi beras nasional dapat dilihat berdasarkan data potensi luas panen padi yang diperkirakan mencapai 2,83 juta hektare.

“Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 970,33 ribu hektare atau 52,08% dibandingkan dengan luas panen pada Januari–Maret 2024 yang hanya sebesar 1,86 juta hektare,” ungkap Amalia dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian, Jumat (7/2/2025).

ADVERTISEMENT

Selain itu, Amalia juga mengatakan, potensi peningkatan produksi beras nasional itu beriringan dengan penurunan rata-rata harga beras di tingkat petani, penggilingan, grosir, dan eceran. Ia menyebutkan, rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan Januari 2025 turun sebesar 4,30% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Harga beras ini turun 4,30% secara tahunan alias year on year (yoy),” terang Amalia.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menanggapi temuan data yang dilaporkan oleh BPS atas potensi peningkatan produksi beras nasional tersebut. Dia menerangkan, capaian itu merupakan hasil dari upaya sinergis berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

“Peningkatan produksi ini tidak terlepas dari perbaikan infrastruktur irigasi termasuk pompanisasi, ketersediaan pupuk bersubsidi yang memadai, serta implementasi teknologi pertanian modern yang lebih efisien,” ujar Amran dalam Beritasatu Economic Outlook 2025 di Westin Hotel, Jakarta Selatan pada Kamis (30/1/2025).

Sebelumnya, Amran pernah membeberkan pendekatan holistik yang dilakukan guna menggenjot produksi pangan. Mentan Amran menuturkan, pendekatan holistik yang digunakan yakni pembentukan klaster lahan tanam dengan produksi menggunakan mekanisasi mesin berteknologi tinggi.

“Kita harus menggunakan teknologi tinggi, itu mutlak. Tujuannya apa? Sektor pangan menekan biaya produksi, itu tujuannya,” ungkap Amran.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia