Jumat, 15 Mei 2026

Ternyata Sawit Bisa Buat Produk-Produk Ini

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
22 Feb 2025 | 20:25 WIB
BAGIKAN
Kepala Riset and Development PT Intertisi Material Maju (IMM) Dr Siti Nikmatin. (Foto: Leonard AL Cahyoputra)
Kepala Riset and Development PT Intertisi Material Maju (IMM) Dr Siti Nikmatin. (Foto: Leonard AL Cahyoputra)

BOGOR,Investor.id -Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bisa menjadi produk olahan bernilai  tinggi seperti helm motor, helm safety, tas, alas kaki, hingga rompi anti peluru

Kepala Riset and Development PT Intertisi Material Maju (IMM) Dr Siti Nikmatin menerangkan, Tandan Kosong Kelapa Sawit merupakan salah satu material padat hasil samping dari proses pengolahan minyak  sawit. Selama ini, TKKS dikumpulkan di area sekitar pabrik yang  digunakan sebagai pupuk.

“Pada prinsipnya TKKS di pabrik sawit sangat melimpah untuk menjadi bahan baku produk bernilai tambah tinggi. Dua hari lalu saya ditelpon pabrik sawit di Kalimantan Barat dengan kapasitas 60 ton per jam yang meminta dukungan solusi pengolahan di pabrik sawit mereka,” ujar dia saat menerima kunjungan jurnalis di Bogor, Jawa Barat, dikutip Sabtu (22/2/2025).

ADVERTISEMENT

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Majalah Sawit Indonesia, yang mengajak jurnalis berkunjung ke PT Intertisi Material Maju (IMM) yang berlokasi di Kelurahan Bubulak, Bogor pada Jumat (21/2/2025).

Wanita yang juga menjadi pengajar di Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB university) ini menerangkan, pihaknya telah mengembangkan inovasi dengan membuat helm berbahan baku tambahan dari serat TKKS. Risetnya sendiri mulai 2015 yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (sekarang BPDP).

Dikatakan Siti, material TKKS  dapat diolah menjadi serat dengan berbagai macam ukuran yaitu panjang, pendek, mikro dan nano. Serat ini menjadi bahan baku filler (penguat) polimer ABS dalam pembuatan helm. “Serat di dalam helm berfungsi untuk menyerap tumbukan ketika terjadi insiden kecelakaan. Jadi energi yang muncul dari tumbukan ini tidak langsung mengenai kepala pengguna, melainkan dapat  diserap serat terlebih dahulu,” jelas dia.

Produk helm sawit merupakan green composit yang telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki hak paten.  Siti mengatakan, IPB University sendiri mendorong setiap hasil risetnya diwujudkan sampai ke produk hilir agar bisa dikomersalisasikan. “Maka lahirlah PT Interisti Material Maju untuk mengkomersialkan produk helm, rompi, dan lainnya,” ujar Siti Nikmatin.

CEO PT Interisti Material Maju Andika Kristinawati mengatakan, helm sawit telah terjual lebih dari 5.000 unit semenjak 2017 di seluruh wilayah Indonesia. “Keunggulan helm ini termasuk produk bio composite serta berpenguat serat alam. Selain itu, juga berkontribusi dalam pengurangan limbah dan hasil ujinya lebih bisa meredam benturan,” kata dia.

Saat ini, masih banyak inovasi yang dilakukan peneliti IPB yang sudah berwujud seperti rompi antipeluru, benang pilin, hingga filter air conditioner (AC) mobil.

Ketua Pelaksana Workshop Jurnalistik Industri Hilir Sawit 2025 Qayuum Amri menjelaskan, kunjungan jurnalis ke PT Interstisi Material Maju bagian dari kegiatan Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit yang dapat mengedukasi jurnalis supaya mengenal dan mengetahui  produk turunan sawit yang bernilai tambah tinggi dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam kunjungan ini,  jurnalis dapat belajar dan mengetahui proses pembuatan helm dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di fasilitas produksi PT Interstisi Material Maju. Limbah TKKS ini dapat dijadikan serat yang menjadi bahan dasar pembuatan helm sehingga produk ini lebih ramah lingkungan dan mendukung tata kelola sawit berkelanjutan. “Kami ucapkan terima kasih kepada PT Interstisi Material Maju yang mau berbagi ilmu dan informasi kepada rekan-rekan jurnalis,” ujar dia.

Melalui kunjungan ini, diungkapkan Qayuum, juga membuktikan program riset sawit BPDP sukses menjadi produk end user dan bersifat skala komersial. ”Kini telah terbukti bahwa hasil riset sawit tidak hanya disimpan dalam lemari melainkan dapat diaplikasikan membantu masyarakat dan dunia industri,” ucap Qayuum.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia