Jumat, 15 Mei 2026

Harga Cabai Diperkirakan Normal pada Minggu Kedua Maret, setelah Pasokan Pulih

Penulis :  Vinnilya Huanggrio
2 Mar 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (Foto: Bapanas)
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (Foto: Bapanas)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan, memasuki bulan Ramadan, kondisi cabai saat ini terkendala faktor cuaca alias hujan sehingga pasokan ke pasar tersendat.

Menurut Champion Cabai Indonesia, sebutan bagi pelaku usaha cabai di beberapa sentra produksi mulai dari Magelang, Sleman hingga Kebumen, kemungkinan di minggu kedua dan ketiga Maret pasokan cabai baru bisa kembali normal.

“Kita semua menjaga harga baik di hulu maupun di hilir. Perintahnya Bapak Presiden itu tidak boleh petani peternak merugi, tapi masyarakat luas juga diberi harga yang baik,” ujar Arief Prasetyo Adi dalam siaran pers Bapanas, Sabtu (1/3/2025).

ADVERTISEMENT

Menilik data panel harga pangan di Bapanas, per 27 Februari 2025, harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional menyentuh Rp 82.499 per kilogram (kg). Sementara proyeksi kebutuhan konsumsi nasional dalam sebulan untuk cabai rawit akan mengalami peningkatan 13,52% atau menjadi sekitar 85,2 ribu ton di Ramadan atau Maret 2025.

"Untuk itu, adanya Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) itu sangat penting, sehingga Bapak Prabowo juga mungkin dalam waktu dekat akan memerintahkan cold storage di kota-kota besar untuk dapat menyimpan CPP. Misalnya daging itu bisa dalam frozen condition. Nanti itu bisa dipakai untuk melakukan intervensi kalau ada fluktuasi harga," ucap dia.

Arief juga menekankan pentingnya produksi pangan dalam negeri. Terlebih hal itu telah menjadi instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam bagaimana menjaga harga di tingkat petani/peternak, namun tetap menjaga stabilitas harga baik di tingkat konsumen.

"Kita mesti bersyukur. Negara tetangga kita hari ini susah. Contohnya beras hari ini di Malaysia krisis. Tapi Indonesia, kita punya cadangan beras sampai 1,9 juta ton. Jadi pemerintah bisa leluasa intervensi," tandasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia