Jumat, 15 Mei 2026

Masyarakat Diimbau Atur Pola Konsumsi, Saat Harga Pangan Merangkak Naik

Penulis : Maria Gabrielle Putrinda
2 Mar 2025 | 18:59 WIB
BAGIKAN
Pedagang memilah bawang merah untuk pembeli di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Pedagang memilah bawang merah untuk pembeli di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

JAKARTA, investor.id – Awal Ramadan 2025, masyarakat kembali berhadapan dengan melonjaknya harga pangan. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit yang melonjak hingga Rp 150 ribu per kilogram.

Peneliti ekonomi Center of Reform on Economic atau CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyarankan kepada masyarakat untuk mengatur pola konsumsi. Edukasi kepada masyarakat mengenai pola konsumsi yang bijak dapat mengurangi tekanan permintaan yang berlebihan.

Diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga pangan di bulan Ramadan, salah satunya adalah tingginya permintaan. Mengatur pola konsumsi dinilai dapat membantu menekan lonjakan harga pangan.

ADVERTISEMENT

“Mengatur pola konsumsi dengan membeli kebutuhan secukupnya dan menghindari panic buying dapat membantu menekan lonjakan permintaan,” ujar Yusuf Rendy Manilet kepada Beritasatu, Minggu (2/3/2025).

Masyarakat juga dapat berkolaborasi dalam komunitas. Yusuf memberi contoh seperti membentuk kelompok belanja bersama atau koperasi pangan.

“Ini memungkinkan masyarakat memperoleh harga yang lebih stabil melalui pembelian langsung dari petani atau distributor utama,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap aman, harga stabil dan tidak ada komoditas yang dijual melebihi harga eceran tertinggi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke dua lokasi pasar di Jakarta, Sabtu (1/3/2025).

Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas, apabila menemukan indikasi spekulasi harga. Pemerintah tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadan untuk mengambil keuntungan yang berlebihan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia