Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Jamin Tak Ada Kelangkaan dan Gejolak Harga Pangan Jelang Lebaran

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
24 Mar 2025 | 20:17 WIB
BAGIKAN
Pedagang menyortir cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/3/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pedagang menyortir cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/3/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Jelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Hari Raya Lebaran Idulfitri 2025, pemerintah menjamin ketersediaan dan harga pangan aman terkendali. Dengan demikian, tidak ada kelangkaan dan gejolak harga pangan selama Ramadan hingga Lebaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil dalam Rapat Dengar Pendapat terkait Swasembada Pangan dan Ketersediaan Pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 2025 bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/3/2025).

“Kementerian Pertanian tentu bekerja dengan semua pihak, terus menjamin ketersediaan dan mengendalikan harga pangan, sehingga tidak ada kelangkaan dan gejolak harga pangan pada saat HBKN Idulfitri 1446 Hijriah ini,” ungkap Ali.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menambahkan, berdasarkan proyeksi neraca pangan terbaru pada 21 Februari 2025, secara umum ketersediaan 12 komoditas pangan diproyeksikan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Idulfitri maupun hingga akhir Desember 2025.

“Untuk komoditas beras, Perum Bulog saat ini memiliki stok sebanyak 2,16 juta ton yang tersebar di seluruh gudang di Indonesia. Stok tersebut merupakan carryover dari tahun 2024 dan sebagian pengadaan dalam negeri tahun 2025 serta merupakan stok terbesar dalam 5 tahun terakhir,” ujar Sarwo.

Secara umum, lanjut dia, harga pangan nasional relatif stabil dan baik, sesuai dengan harga acuan pembelian (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET).

“Beberapa harga komoditas di tingkat produsen masih di bawah HAP dan HET seperti telur ayam ras. Sedangkan di tingkat konsumen harga di atas HAP atau HET diantaranya minyak goreng dan cabe rawit merah. Namun mulai menunjukkan penurunan sesuai dengan HAP dan HET,” pungkas Sarwo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia