Jumat, 15 Mei 2026

1.540 Ton Beras Terjual Selama Operasi Pangan Murah Ramadan 2025

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
24 Mar 2025 | 21:05 WIB
BAGIKAN
warga membawa sembako yang dibeli di pasar murah Ramadan di Kantor Kelurahan Margoagung, Seyegan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (12/3/2025). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
warga membawa sembako yang dibeli di pasar murah Ramadan di Kantor Kelurahan Margoagung, Seyegan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (12/3/2025). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

JAKARTA, investor.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa sebanyak 1.540 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah terjual di Operasi Pasar Pangan Murah yang digelar pemerintah selama Ramadan untuk menjaga stabilitas harga jelang Lebaran 2025.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyampaikan, selama operasi pasar pangan hingga tanggal 21 Maret 2025 telah terjual 2.731 ton berbagai komoditas pangan di 3.158 outlet di seluruh Indonesia.

“Beras SPHP menjadi komoditas dengan tingkat penjualan tertinggi yaitu 1.540 ton,” ungkap Edhy, dalam Rapat Dengar Pendapat terkait Swasembada Pangan dan Ketersediaan Pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025 bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/3/2025).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, operasi pasar pangan murah ini terlaksana sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idulfitri 2025.

Selain operasi pasar pangan murah, Bapanas juga berkolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan melakukan beberapa rencana aksi terkait pengendalian harga pangan.

Pertama, gerakan pangan murah (GPM) serentak menjelang Idul Fitri 2025. Kedua, memfasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus atau harga rendah ke defisit atau daerah harga tinggi.

1.540 Ton Beras Terjual Selama Operasi Pangan Murah Ramadan 2025
Seorang warga membeli minyak goreng di pasar pangan rakyat murah di Pura Agung Giri Natha, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (23/3/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ketiga, kios pangan memperluas outlet pangan untuk mempermudah aksesibilitas harga pangan terjangkau. Keempat, kerjasama daerah untuk memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga pangan.

Kelima, subsidi harga pangan oleh APBD provinsi dan kabupaten/kota. Terakhir, pemantauan dan pengawasan lintas kementerian dan lembaga menjelang lebaran.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia