Ramadan dan Idulfitri Jadi Momentum Pelaku UMKM Unjuk Produknya
JAKARTA, investor.id – Momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk unjuk produknya. Apalagi ada kecenderungan masyarakat saat ini lebih memilih produk-produk buatan dalam negeri.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana mengatakan, data survei Millieu Insight tahun 2025 menyatakan, masyarakat Indonesia mulai memilih produk lokal di bulan Ramadan kali ini.
"Sebanyak 66% responden itu lebih memilih produk lokal. Sementara produk luar hanya 10%, artinya fakta ini menjadi pemicu bagi teman-teman UMKM untuk bisa memasarkan produknya lebih masif lagi," terang Temmy.
Karena itulah, Temmy menilai, momentum Idulfitri 1446 Hijriah ini, menjadi kesempatan emas bagi pelaku UMKM guna memasarkan produknya saat memasuki libur hari raya mendatang.
"Kami juga sebetulnya mendorong agar teman-teman swasta atau agregator untuk bisa menyelenggarakan promosi bagi produk-produk UMKM di momentum lebaran kali ini," ungkap Temmy.
Diketahui, Ramadan dan Lebaran bisa menjadi momen meraih berkah seiring dengan meningkatnya perputaran uang. Salah satunya sektor UMKM, mulai dari para penjual takjil, pedagang pakaian hingga perajin parsel dan penjual hampers.
Namun, Lebaran kali ini berbeda. Tekanan ekonomi yang masih berat hingga melandainya daya beli serta banyaknya PHK membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
Hal ini tercermin dari proyeksi Bank Indonesia bahwa perputaran uang pada Lebaran 2025 menurun dari tahun sebelumnya yaitu dari Rp196,6 Triliun menjadi Rp 180,9 Triliun. Masyarakat bahkan disinyalir lebih memilih untuk menabung THR-nya.
Sementara pertumbuhan kredit UMKM dihantam data beli yang masih lesu. Penyaluran kredit UMKM per Februari 2025, tercatat Rp 1393,4 Triliun, atau tumbuh 2,1% secara tahunan.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






