Jumat, 15 Mei 2026

Ramadan dan Idulfitri Jadi Momentum Pelaku UMKM Unjuk Produknya

Penulis : Muhammad Farhan
25 Mar 2025 | 19:49 WIB
BAGIKAN
Pekerja membuat makanan siap saji dimsum berbagai rasa di UMKM rumahan kuliner dimsum Bunda Imoet Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/1/2025).  (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Pekerja membuat makanan siap saji dimsum berbagai rasa di UMKM rumahan kuliner dimsum Bunda Imoet Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/1/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

JAKARTA, investor.id – Momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk unjuk produknya. Apalagi ada kecenderungan masyarakat saat ini lebih memilih produk-produk buatan dalam negeri.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana mengatakan, data survei Millieu Insight tahun 2025 menyatakan, masyarakat Indonesia mulai memilih produk lokal di bulan Ramadan kali ini. 

"Sebanyak 66% responden itu lebih memilih produk lokal. Sementara produk luar hanya 10%, artinya fakta ini menjadi pemicu bagi teman-teman UMKM untuk bisa memasarkan produknya lebih masif lagi," terang Temmy.

ADVERTISEMENT

Karena itulah, Temmy menilai, momentum Idulfitri 1446 Hijriah ini, menjadi kesempatan emas bagi pelaku UMKM guna memasarkan produknya saat memasuki libur hari raya mendatang.

"Kami juga sebetulnya mendorong agar teman-teman swasta atau agregator untuk bisa menyelenggarakan promosi bagi produk-produk UMKM di momentum lebaran kali ini," ungkap Temmy.

Diketahui, Ramadan dan Lebaran bisa menjadi momen meraih berkah seiring dengan meningkatnya perputaran uang. Salah satunya sektor UMKM, mulai dari para penjual takjil, pedagang pakaian hingga perajin parsel dan penjual hampers. 

Namun, Lebaran kali ini berbeda. Tekanan ekonomi yang masih berat hingga melandainya daya beli serta banyaknya PHK membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Hal ini tercermin dari proyeksi Bank Indonesia bahwa perputaran uang pada Lebaran 2025 menurun dari tahun sebelumnya yaitu dari Rp196,6 Triliun menjadi Rp 180,9 Triliun. Masyarakat bahkan disinyalir lebih memilih untuk menabung THR-nya.

Sementara pertumbuhan kredit UMKM dihantam data beli yang masih lesu. Penyaluran kredit UMKM per Februari 2025, tercatat Rp 1393,4 Triliun, atau tumbuh 2,1% secara tahunan.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia