Jumat, 15 Mei 2026

DPR Minta PTPN Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan Nasional

Penulis : Heru Febrianto
10 Apr 2025 | 15:44 WIB
BAGIKAN
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Subholding PTPN Group, di Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini. (Foto Ist)
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Subholding PTPN Group, di Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini. (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – DPR RI menyatakan bahwa sinergi dan transformasi dalam ekosistem BUMN, khususnya di sektor perkebunan dan kehutanan, harus menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Subholding PTPN Group, di Surabaya, Jawa Timur.

“Melalui ekosistem BUMN yang kuat dan terkoordinasi, kami yakin Indonesia mampu memperkuat kemandirian pangan dan energi berbasis perkebunan. Komisi VI DPR RI, khususnya Fraksi PAN, memberikan dukungan penuh terhadap transformasi yang dilakukan oleh PTPN Group,” ujar Eko dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Reses Masa Sidang, dengan tema “Pengembangan Sektor Perkebunan dan Kehutanan oleh Ekosistem BUMN.”

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan sekaligus Plt. Asisten Deputi Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN Bin Nahadi menyoroti pentingnya peran PTPN Group dalam membangun industri perkebunan yang berorientasi nilai tambah dan berkelanjutan, utamanya melalui investasi hijau dan implementasi prinsip Environmental Sustainability Goals (ESG).

“Ekosistem BUMN yang terintegrasi akan mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan melalui tata kelola lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik,” katanya.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M. Abdul Ghani, menambahkan bahwa penguatan sinergi antar entitas BUMN merupakan bagian penting dari roadmap transformasi industri perkebunan yang tengah dijalankan PTPN Group.

“Kami meyakini bahwa transformasi sektor perkebunan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi erat antar seluruh entitas dalam ekosistem BUMN untuk menciptakan rantai nilai yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi. PTPN Group berkomitmen membangun industri perkebunan yang modern, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan global ke depan,” ujar M. Abdul Ghani.

PTPN I sebagai bagian dari PTPN Group terus memperkuat perannya melalui peningkatan efisiensi operasional, modernisasi proses bisnis, serta penguatan tata kelola di unit-unit kerjanya. Upaya ini sejalan dengan arah transformasi yang dijalankan oleh Holding Perkebunan dan ditujukan untuk menciptakan fondasi yang solid bagi pembangunan industri perkebunan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

“PTPN I berkomitmen menjadi fondasi yang kokoh dalam mendukung ekosistem BUMN sektor perkebunan. Kami terus berbenah, memperkuat internal perusahaan, dan memastikan kontribusi maksimal terhadap transformasi sektor ini secara keseluruhan,” tambah Direktur PTPN I, Teddy Yunirman Dannas.

Dengan peran aktif seluruh pihak, termasuk PTPN I sebagai bagian dari PTPN Group, diharapkan dapat mengembangkan sektor perkebunan dan kehutanan nasional semakin optimal dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan pembangunan berkelanjutan.

Di tempat terpisah Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo menyampaikan bahwa PTPN I sejauh ini berkomitmen mengimplementasikan ESG dan belum lama ini PTPN I mendapatkan penghargaan Best Company for Comperhensive ESG Implementation Practices dari First Indonesia Magazine.

“PTPN I selalu mengimplementasikan ESG dalam proses bisnis perusahaan, seperti kegiatan reboisasi dan rehabilitasi, digitalisasi, pemberdayaan UMKM dan santunan sosial, pengelolaan operasional ramah lingkungan, hingga pemanfaatan aset untuk mendukung ketahanan pangan. Tentu dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat, negara, dan lingkungan,” ujar Aris.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 18 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia