Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Lesu, iPhone 16 Tetap Diserbu

Penulis : M. Awaludin
15 Apr 2025 | 08:51 WIB
BAGIKAN
Konsumen melihat fitur baru, saat penjualan perdana iPhone 16 di iBox Lippo Mall Puri, Jakarta, Jumat (11/4/2025). Ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Konsumen melihat fitur baru, saat penjualan perdana iPhone 16 di iBox Lippo Mall Puri, Jakarta, Jumat (11/4/2025). Ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

MATARAM, investor.id – Di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan tarif AS, para pelaku usaha teknologi di Indonesia tetap berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Salah satu tokoh sentral dalam distribusi iPhone di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Riky Hartono, membeberkan kondisi terkini penjualan dan harga iPhone 16 Series di pasaran lokal.

Sebagai salah satu penguasa pasar iPhone di wilayah NTB, Riky tak hanya menjadi barometer pergerakan harga, tapi juga menjadi saksi langsung dampak kebijakan global terhadap perilaku konsumen di Indonesia.

iPhone 16 Series secara resmi diluncurkan secara global pada 11 Oktober 2024 di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Namun di Indonesia, peluncuran resmi dan distribusi produk baru tersebut baru mulai terasa pada 11 April 2025, tepat enam bulan berselang.

ADVERTISEMENT

"Kita mulai launching iPhone 16 di Indonesia tanggal 11 April. Tapi waktu itu, kita belum tahu harga resminya berapa karena masih masuk masa pre-order," jelas Riky saat ditemui di tokonya, Riky Group, yang dikenal luas di kalangan pengguna Apple di NTB. Senin (14/4/2025).

Menurut Riky, harga awal yang beredar di pasaran berkisar Rp 26 juta, merujuk pada estimasi dari toko-toko resmi Apple Authorized di e-commerce seperti Shopee maupun Instagram.

Namun muncul kekhawatiran saat pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor, termasuk produk-produk teknologi dari China dan negara lain. Kebijakan tersebut tentu saja berisiko menimbulkan efek domino terhadap harga produk teknologi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Beruntung, dua hari setelah kebijakan tersebut diumumkan, Trump memutuskan untuk menunda implementasi tarif selama 90 hari. Menurut Riky, keputusan tersebut turut menyelamatkan stabilitas harga iPhone di Indonesia.

"Mungkin karena ada gesekan dari berbagai negara, akhirnya kebijakan tarif impor itu ditunda 90 hari. Dan dari situ, harga iPhone di Indonesia juga tetap stabil. Tidak ada kenaikan," kata Riky.

Diborong Meski Ekonomi Lagi Sulit

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia