Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Belum Mau Ekspor Beras ke Malaysia

Penulis : Prisma Ardianto
22 Apr 2025 | 17:08 WIB
BAGIKAN
Pekerja mengangkut karung berisi beras di gudang penyimpanan Kanwil Perum Bulog Aceh, desa Siron, kabupaten Aceh Besar, Aceh. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Pekerja mengangkut karung berisi beras di gudang penyimpanan Kanwil Perum Bulog Aceh, desa Siron, kabupaten Aceh Besar, Aceh. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

JAKARTA, investor.id – Malaysia hanya mampu memproduksi beras sekitar 40-50% dari kebutuhan. Untuk itu, pemerintah Malaysia meminta Indonesia—yang tengah mengalami surplus beras—supaya dapat membantu memenuhi kebutuhan beras tersebut. Namun demikian, Indonesia menyatakan belum akan mengekspor berasnya ke Malaysia.

Hal itu ungkapkan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman seusai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Mentan Amran menerangkan, kebutuhan beras dari Malaysia terbilang cukup tinggi. Namun demikian, produksi dalam negeri mereka baru mampu mencukupi sekitar 40-50% dari total permintaan.

ADVERTISEMENT

“(Soal pertemuan dengan Malaysia) menarik, menanyakan apakah bisa impor beras dari Indonesia. Namun, saya katakan untuk sementara kami menjaga stok (beras) dulu,” kata Amran, seperti dikutip dari Antara.

Setelah kedatangan Menteru Pertanian dari Malaysia, Amran mengatakan bahwa Indonesia akan kedatangan delegasi dari Jepang. Kendati tidak merinci maksud kunjungan itu, ia menyinggung bahwa saat ini Jepang dilanda kenaikan harga beras yang hampir menyentuh Rp 100.000 per kilogram (kg).

Mentan Amran mengungkapkan, stok beras Indonesia mencapai 3,36 juta ton per Selasa (22/4/2025). Ia memperkirkaan stok beras nasional bisa menyentuh 4 juta ton pada Mei.

Indonesia Belum Mau Ekspor Beras ke Malaysia
Ilustrasi: Investor Daily

Sementara itu, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu mengakui perkembangan dan keunggulan teknologi pertanian Indonesia, khususnya dalam rangka meningkatkan hasil panen padi. “Saya ingat hasilnya sampai 12 ton, 13 ton yang paling tinggi dan rata-rata sudah ada di angka 7 ton,” kata dia.

Dia juga bilang akan berbicara terkait kemungkinan impor beras. Kendati belum dapat mengimpor beras dari Indonesia, Malaysia membuka keran impor sejumlah komoditas lain dari Indonesia seperti kelapa, sayur-sayuran, dan ikan dari Indonesia.

Sebelumnya, Mentan Amran bakal surplus beras hingga 12 juta ton dalam waktu tidak terlalu lama. Dengan surplus sebesar itu, Indonesia dapat menjadi eksportir beras dunia, setelah beberapa tahun belakangan rajin impor.

Optimisme itu sudah mendekati kenyataan, sebab stok beras di gudang Perum Bulog saat ini 2,4 juta ton dan menjadi 3 juta ton di akhir bulan ini. Pemerintah juga terus memacu produksi beras melalui optimasi lahan (oplah), cetak sawah, memperkuat infrastruktur, dan memastikan ketersediaan pupuk.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia