Kamis, 14 Mei 2026

Kerajinan Keramik Sepi Order Terkena Dampak Kebijakan Tarif Impor AS

Penulis : Elan Suherlan
27 Apr 2025 | 14:04 WIB
BAGIKAN
Pekerja sedang membuat kerajinan keramik di Plered, Purwakarta, Jawa Barat.
Pekerja sedang membuat kerajinan keramik di Plered, Purwakarta, Jawa Barat.

PURWAKARTA, investor.id – Industri kerajinan keramik atau gerabah turut terkena dampak langsung kebijakan tarif resiprokal pemerinta Amerika Serikat (AS). Kebijakan Presiden Donald Trump menaikkan impor ke AS membuat pembeli keramik di AS mengurungkan pemesanannya.

Hingga triwilan pertama 2025, belum ada satu pun pembeli dari AS yang memesan keramik dari Indonesia, padahal sepanjang 2024, ada enam kontainer keramik yang diekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam tersebut. 

Pengusaha keramik dan kerajinan di Sentra Plered Jawa Barat Eman Sulaeman mengungkapkan, dia belum menerima konfirmasi order dari pembeli AS.

ADVERTISEMENT

Terakhir, ia mengikuti pameran furnitur internasional IFEX pada 10 Maret 2025, namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, belum ada pemesanan yang masuk.

Menurutnya, setelah mengikuti pameran, biasanya Eman bisa mengekspor tiga kontainer keramik interior ke AS dengan nilai omzet sekitar Rp500 hingga Rp600 juta per tahun. Tahun ini, angka ekspornya masih nol. 

Eman memberi gambaran, biasanya ekspor ke AS dalam satu tahun setidaknya ada tiga kontainer atau 50% dari total ekpsornya, sisanya ke pasar Eropa dan Asia. Semula tahun ini Eman menargetkan dapat mengirim 10 kontainer ke AS.

“Jangankan 10 kontainer, 3 aja sekarang hilang. Ya sekarang kita ngitungnya dari Syawal mungkin ada perubahan," ujarnya.

Akibat kondisi ini, Eman harus bersiap menghadapi potensi kerugian hingga setengah miliar rupiah. Meski demikian, ia tetap optimistis dan berusaha mencari peluang baru dengan menjajaki pasar ekspor ke Eropa, Asia, serta memperluas penjualan di dalam negeri.

"Sementara ke Amerika dilupakan saja tapi siapa tahu kan ada perubahan yang baik, bukan hanya Amerika, juga eropa, kita ada database dari pameran kemarin kita follow up terus. Sampai sekarang belum ada kepastian mungkin pengaruh (tarif) juga," Pungkas Pelaku Usaha & Eksportir Keramik, Eman Sulaeman pada Minggu (27/4/2025).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 41 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 52 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia