SIG Borong Produk Lokal Rp 23 Triliun
JAKARTA, Investor.id - Dukungan PT Semen Indonesia Tbk (SIG/SMGR) untuk kemajuan industri nasional yang mandiri dan berdaya saing, kembali dibuktikan dengan belanja produk dalam negeri sebesar Rp 23,06 triliun atau setara 93,01% dari total Rp 24,79 triliun pada 2024. Ini merupakan wujud kontribusi SIG terhadap upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi global yang menantang.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, belanja produk dalam negeri menjadi langkah strategis perseroa yang tidak hanya membantu pengembangan usaha lokal, tetapi menjaga keterandalan operasi karena pengadaan yang bersumber dari dalam negeri atau lokal.
“Industri lokal yang maju dan berkembang akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Vita dalam siaran pers, dikutip Selasa (29/4/2025).
Secara khusus, Vita menggarisbawahi, program SIG untuk peningkatan hilirisasi dan industrialisasi di dalam negeri melalui penggunaan suku cadang lokal berbasis pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) dan kerja sama dengan industri dalam negeri terus meningkat.
Pada 2024, realisasi penggunaan suku cadang lokal di seluruh pabrik SIG meningkat 20,7% menjadi Rp787 miliar dibandingkan 2023 sebesar Rp 652 miliar, sekaligus naik 157% dari baseline tahun 2020 sebesar Rp 306 miliar.
Pencapaian tersebut, kata dia, menjadi dukungan nyata SIG terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Tidak berhenti di situ, jumlah UKM binaan SIG yang berhasil memproduksi suku cadang untuk pabrik-pabrik perseroan meningkat menjadi 17 dari sebelumnya sebanyak delapan. Peningkatan ini tak lepas dari pendampingan secara menyeluruh yang dilakukan oleh SIG, mulai dari edukasi spesifikasi produk, pembuatan prototipe, proses uji coba, hingga tes performa di pabrik SIG.
Sebanyak 17 UKM tersebut antara lain PT Papaja Maju Mandiri, PT 3S International, PT Kawani Tekno Nusantara, PT Bimuda Karya Teknik, PT Sari Teknindo Perkasa, CV Desra Teknik, PT Aneka Mitra Indoguna, PT Ganding Toolsindo, PT Cahaya Abadi Technic, CV Rejeki Abadi Machinery, PT Putra Bungsu Makmur, PT Baja Kurnia, PT Kito Multi Industri, PT Utama Karya Techindo, PT Harapan Jaya Globalindo, PT Granada Andalusia Perkasa, dan PT Mustajaya.
“Melalui program substitusi suku cadang impor dengan beralih pada produk berbasis UKM, SIG menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan yang saling menguntungkan. SIG dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dengan mendapatkan produk suku cadang yang andal secara teknis maupun ekonomis,” papar dia.
Di sisi lain, dia menuturkan, para pegiat UKM mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai pasok perseroan. Ini juga meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi persaingan bisnis.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






