Bahlil Optimistis Lifting Minyak Bisa Sesuai Sasaran 605 Ribu BOPD
JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis kinerja produksi minyak siap jual atau lifting minyak, mampu menembus target asumsi dasar lifting minyak dan gas bumi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Adapun, asumsi dasar lifting minyak pada APBN 2025, dipatok 605 ribu barrel oil per day (BOPD). Hal ini diungkapkan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS) milik PT Pertamina Hulu Mahakam dan fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) milik ENI Muara Bakau.
Kunjungan tersebut untuk memantau secara langsung dan mengevaluasi perkembangan produksi migas di lapangan, agar memastikan target lifting migas nasional berjalan sesuai yang telah ditetapkan.
“Lifting minyak kita sekarang kan hanya 580 ribu barrel per day dan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita 605 ribu barrel per day di tahun 2025. Dan insyaallah akan bisa mencapai bahkan melebihi target dari apa yang dicanangkan dalam APBN,” papar Bahlil dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/5/2025).
Ia menyatakan, peningkatan lifting migas menjadi prioritas pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita yang menargetkan swasembada energi. Presiden bahkan telah menetapkan target strategis bagi produksi minyak nasional. Adapun, pemerintah juga telah memasang target realisasi lifting minyak di 2029 mencapai angka 900 juta BOPD.
Diketahui, Lapangan SPS sendiri merupakan bagian integral Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang terletak di Kalimantan, dengan kontrak berlaku sejak 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2037.
Adapun, PT Pertamina Hulu Mahakam memegang 90% partisipasi, sementara 10% sisanya dikelola PT Migas Mandiri Pratama Kutai Kalimantan Timur—berdasarkan perjanjian pengalihan dan pengelolaan yang ditandatangani pada 17 Juli 2019.
Baca Juga:
Sektor Hulu Migas Nasional Masih MenarikWK Mahakam membentang seluas 3.266 km² dan meliputi beberapa lapangan gas serta minyak, didukung oleh enam fasilitas utama. Hingga Maret 2025, rata-rata lifting Lapangan SPS mencapai 25.000 barel minyak dan kondensat per hari serta 399 juta standar kaki kubik gas per hari.
Sejak 2018 hingga kuartal I-2025, total bagi hasil yang disalurkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) telah mencapai sekitar 207,5 juta dolar Amerika Serikat.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






