Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil, ET, hingga Bos Danantara Gelar Rapat Bahas Investasi CATL

Penulis : Bambang Ismoyo
15 Mei 2025 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria di barisan depan dalam rapat di Jakarta, Rabu (14/5/2025). (Sumber: instagram, @erickthohir)
Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria di barisan depan dalam rapat di Jakarta, Rabu (14/5/2025). (Sumber: instagram, @erickthohir)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah Menteri dan Pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan pertemuan untuk membahas kelanjutan pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Adapun, sejumlah Menteri yang ikut dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu, serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, pertemuan itu khususnya membahas kelanjutan rencana investasi ekosistem baterai antara Contemporary Amperex Technology (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Turut hadir pertemuan tersebut Representative of the Chairman CATL for Resource Affairs, Li Changdong.

ADVERTISEMENT

“Kami berdiskusi terkait tindak lanjut rencana investasi ekosistem terintegrasi baterai kendaraan listrik yang bekerjasama antara Contemporary Amperex Technology (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) dalam membangun pabrik sel baterai di Indonesia,” ungkap Erick, seperti dikutip dari laman instagram pribadinya, Kamis (15/5/2025),

Ia mengatakan, realisasi investasi perusahaan asal China itu harus terwujud, mengingat Indonesia tengah berupaya menjadi rantai utama dalam ekosistem kendaraan listrik global. Indonesia sendiri akan fokus membangun dari sisi industri baterai kendaraan listrik.

Ada sejumlah faktor yang membuat Indonesia sangat serius untuk membangun ekosistem kendaraan listrik. Pertama, saat ini Indonesia berambisi untuk menekan jumlah emisi dari kendaraan bermotor berbasis bahan bakar fosil. Kedua, cadangan mineral Indonesia khususnya nikel hingga bauksit sangat berlimpah, dimana kedua komoditas tersebut merupakan bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik.

“Kerja sama ini merupakan upaya pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan di Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai pusat global untuk kendaraan listrik di Asia Tenggara,” ujar Erick Thohir.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia