Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Respons Soal Shell Jual Kepemilikan SPBU di Indonesia

Penulis : Bambang Ismoyo
23 Mei 2025 | 15:16 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 23/5/2025). (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 23/5/2025). (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespon kabar PT Shell Indonesia yang telah menyetujui penjualan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam sebuah aksi korporasi. Dirinya menghargai keputusan Shell yang tak lagi berbisnis dalam jaringan SPBU.

"Itu kan aksi korporasi, biasa business to business. Karena mereka bukan BUMN, maka kita harus menghargai hak setiap perusahaan swasta," ungkap Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 23/5/2025). Dalam kesempatan tersebut Bahlil juga menegaskan, mundurnya Shell dari bisnis hilir di Indonesia tidak ada kaitannya dengan iklim bisnis SPBU di dalam negeri.

"Dia kan hanya menjual, bukan berarti menutup bisnisnya. Itu perpindahan kepemilikan perusahaan saja," sebut Bahlil, Jumat.

ADVERTISEMENT

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Shell Indonesia memastikan pihaknya telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia kepada pembelinya yang merupakan perusahaan patungan (joint venture/ JV) antara Sefas Group dan Citadel Pacific Limited. Adapun PT Shell Indonesia merupakan unit usaha yang sepenuhnya dimiliki Shell plc.

Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea menerangkan, pengalihan kepemilikan ini meliputi jaringan SPBU serta kegiatan pasokan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM). "Pengalihan kepemilikan bisnis ini mencakup jaringan SPBU Shell serta kegiatan pasokan serta distribusi BBM di Indonesia dan tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang berkembang di Indonesia," ungkap Susi.

Dirinya juga menjelaskan, kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa. Setelah proses pengalihan kepemilikan ini selesai, merek Shell akan tetap berada di Indonesia, produk BBM akan dipasok melalui Shell dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM miliknya.

"Shell telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia, merek Shell dan produk BBM berkualitas tetap tersedia untuk pelanggan," jelas Susi.

Dalam keterangan lain dijelaskan , Shell Indonesia menegaskan pengalihan kepemilikan merupakan bagian dari strategi Shell untuk transformasi portofolio dan sejalan dengan komitmen Capital Markets Day Shell.

Adapun, bisnis SPBU Shell di Indonesia mencakup jaringan SPBU Shell dan kegiatan pasokan serta distribusi BBM. Shell memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia di mana lebih dari 160 di antaranya dimiliki perusahaan dan terminal BBM di Gresik. Sementara itu, Citadel Pacific sendiri merupakan pemegang lisensi merek Shell di Guam, Saipan, Republik Palau, Makau, dan Hong Kong. Dan Sefas Group adalah distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia