Jumat, 15 Mei 2026

Meningkatkan Produktivitas Pangan Lewat Teknologi Elektrifikasi Pertanian

Penulis : Happy Amanda Amalia
26 Mei 2025 | 14:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi petani sedang beraktivitas di lahan pertanian
Ilustrasi petani sedang beraktivitas di lahan pertanian

JAKARTA, investor.id – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mendorong pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan secara lebih efisen, modern dan berkelanjutan dengan menerapkan Electrifying Agriculture atau teknologi pertanian berbasis listrik.

Program elektrifikasi pertanian itu sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan di Tanah Air. Dalam Asta Cita, swasembada pangan bukan hanya target teknis melainkan bagian dari visi strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, berdaya, dan tidak lagi bergantung pada impor pangan.

“Elektrifikasi memainkan peran kunci, karena menjadi fondasi teknologi untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang selama ini menghambat produktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan nasional,” ujar Defiyan dalam keterangan pers.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Defiyan menjelaskan bahwa teknologi electrifying agriculture mendorong penggunaan listrik sebagai sumber energi utama dalam berbagai aktivitas pertanian, perkebunan dan peternakan. Mulai dari irigasi, pengolahan hasil panen, smart farming hingga penyimpanan.

Selama ini, kata Defiyan, para petani masih mengandalkan mesin berbahan bakar solar atau bensin untuk menyiram sawah, menggiling hasil panen, hingga mengangkut hasil pertanian. Sementara electrifying agriculture menawarkan solusi lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Electrifying agriculture, bentuk transformasi dalam memajukan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan nasional, terutama di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga bahan bakar.

“Penggunaan teknologi ini juga dapat menghemat biaya produksi, karena listrik lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM. Cukup dengan beralih ke pompa air listrik, traktor listrik, atau cold storage berbasis listrik, biaya bisa ditekan secara signifikan. Dengan demikian, penghematan tersebut dapat dialokasikan pada operasional lainnya sehingga produktivitas dapat meningkat,” tuturnya.

Di samping itu, program elektrifikasi pertanian dapat membantu para petani dan peternak menerapkan smart farming melalui mekanisasi dan digitalisasi, guna mewujudkan visi sebagai petani dan peternak modern.

“Dengan smart farming, jaringan listrik akan lebih efisien untuk mengairi sawah dengan mesin pompa air, memberantas hama dengan lampu penjebak hama, mengatur suhu ruangan ternak dan lahan yang memerlukan pengawasan intensif,” jelas Defiyan.

Selain dari sisi teknis, elektrifikasi pertanian memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan karena lebih mudah dalam perawatan, tidak menimbulkan polusi suara dan menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah.

Untuk jangka panjang, teknologi pertanian berbasis listrik itu diyakini memperkuat sistem pangan nasional agar lebih tahan terhadap berbagai guncangan global seperti krisis iklim, konflik geopolitik, hingga fluktuasi harga minyak.

“Ketika kita mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor dan menggantinya dengan sistem berbasis listrik, kita sesungguhnya sedang menuju kemandirian yang telah lama menjadi cita-cita bangsa. Namun tetap dibutuhkan komitmen dan konsistensi kebijakan pemerintah melalui Kementerian/Lembaga terkait dalam menjalankan transisi energi untuk mencapai sasaran swasembada pangan dan energi berbasis potensi sumber daya alam (SDA) lokal tersebut,” ujar Defiyan.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia