BPS Konfirmasi Masalah Impor Bawang Putih
JAKARTA, investor.id – Pemerintah mewanti-wanti para importir bawang putih agar segera merealisasikan impor sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga. Realisasi impor yang rendah bikin harga bawang putih melonjak.
Hal ini ditegaskan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa realisasi impor bawang putih anjlok untuk periode Januari-April 2025 turun 14,05% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Deputi bidang Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan impor bawang putih selama periode Januari-April 2025 yakni sebesar 82,6 ribu ton.
“Realisasi impor bawang putih periode Januari hingga April 2025 sebesar 82,6 ribu ton. Dengan nilai US$ 114 juta,” ujar Pudji dalam rilis resmi BPS, Senin (2/6/2025).
Pudji juga mengatakan, nilai impor bawang putih tersebut menurun 14,05% secara tahunan dibandingkan periode Januari-April 2024. “Secara riil, ini juga menurun 8,45% dibandingkan periode tahun lalu,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah tengah menyusun kebijakan harga acuan bawang putih sebagai salah satu jurus mengatasi terus berulangnya kenaikan harga komoditas tersebut. Jurus lainnya, pemerintah akan membuat aturan sanksi bagi para importir pemegang persetujuan impor (PI) bawang putih yang tidak berkomitmen merealisasikannya dan menetapkan Neraca Komoditas (NK) untuk komoditas itu.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Perekonomian Edy Priyono pada Kamis (8/5/2025) mengatakan, KSP menggelar rapat koordinasi dengan mengundang Kemenko Perekonomian, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Satgas Pangan Polri guna membahas lonjakan harga bawang putih.
Dari rapat itu terkonfirmasi, penyebab kenaikan harga bawang putih adalah realisasi impor yang masih sangat rendah. Kebutuhan bulanan bawang putih flat rata-rata 50 ribu ton sehingga untuk lima bulan (Januari-Mei) sekitar 250 ribu ton.
Kemendag sudah menerbitkan persetujuan impor (PI) kepada 56 pelaku usaha. Tapi hingga 8 Mei 2024, realisasinya baru 113.477 ton (42,2%) dari kebutuhan selama lima bulan dan 34,7% dari persetujuan impor yang telah diterbitkan.
“Realisasinya masih sangat rendah, tidak sampai separuh dari kebutuhan lima bulan. Jadi, lonjakan harga bawang putih bukan persoalan PI tapi realisasinya yang rendah oleh importir,” ungkap Edy.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






