Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Butuh Dana Investasi Infrastruktur Rp 753 Triliun hingga 2029

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
3 Jun 2025 | 15:03 WIB
BAGIKAN
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam acara tahunan Creative Infrastructure Financing Day (CreatIFF) 2025, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/6/2025). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam acara tahunan Creative Infrastructure Financing Day (CreatIFF) 2025, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/6/2025). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan bahwa Indonesia memerlukan dana tambahan senilai Rp 753 triliun untuk membiayai pembangunan infrastruktur hingga 2029. Dana tersebut diupayakan tercapai melalui pembiayaan kreatif, salah satunya investasi.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, berdasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, proyeksi kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 1.905,3 triliun.

Dody menyampaikan, untuk mencapai pembangunan infrastruktur tersebut, APBN hanya mampu membiayai sebesar Rp 678,91 triliun atau 35,63% dari total kebutuhan dana. Sementara, APBD akan menyokong sebesar Rp 473,28 triliun atau 24,87% dari total kebutuhan dana.

ADVERTISEMENT

“Dengan keterbatasan fiskal pada hari ini, baik APBN maupun APBD, diperkirakan masih terdapat funding gap (dana yang belum terpenuhi) sebesar Rp 753 triliun (atau 39,50% dari total kebutuhan dana),” ungkap Dody, dalam acara tahunan Creative Infrastructure Financing Day (CreatIFF) 2025, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Adapun dana pembangunan infrastruktur periode 2025-2029 tersebut akan digunakan untuk pembangunan sumber daya air, dengan target 25 Unit bendungan yang direhabilitasi, 63,54 m³/kapita kapasitas tampungan air, 180.000 ha pembangunan irigasi, 1.200,000 ha rehabilitasi irigasi, serta 93,79 m³/detik kapasitas prasarana air baku yang dikelola.

Kemudian, untuk pembangunan jalan dan jembatan, dengan target yakni 98% jalan nasional kondisi mantap, 1,7 jam/100 km waktu tempuh pada lintas utama jaringan, dan jalan nasional.

Terakhir, untuk pembangunan pemukiman, dengan target yakni 43% Rumah Tangga dengan Akses Air Minum Aman, 51,36% Akses Rumah Tangga Perkotaan terhadap Air Siap Minum Perpipaan, 30% Rumah Tangga dengan Akses Air Limbah Domestik Aman, 38% Timbulan Sampah Terolah di Fasilitas Pengolahan Sampah.

Untuk mencapai target pembangunan infrastruktur hingga 2029 itu, pembiayaan kreatif tengah dikembangkan sebagai upaya untuk menutup funding gap dari kebutuhan dana. Menurut Dody, target tersebut dapat tercapai dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, badan usaha, lembaga, perguruan tinggi dan masyarakat.

“Saya akan terus mendorong seluruh jajaran kementerian PU, khususnya di direktorat jenderal pembiayaan infrastruktur untuk terus mengkaji jalan mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif, baik itu KPBU, blended financing, sekuritisasi aset, dan lain-lain yang potensial,” jelas dia.

Dody menyampaikan, pihaknya akan terus mengembangkan ekosistem pembiayaan yang inklusif, kondusif, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat menggaet investasi swasta baik dari investor domestik maupun investor asing untuk keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

“Hal ini karena keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga memerlukan partisipasi aktif dari swasta dan seluruh elemen bangsa. Saya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan sinergi, dan terus berinovasi, mencari terobosan-terobosan, dan bekerjasama dengan cara mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif yang berkelanjutan,” demikian tutur Dody.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia