Jumat, 15 Mei 2026

Kementan Koordinasi dengan Mabes Polri, Selidiki Dugaan Manipulasi Data Stok Beras di PIBC

Penulis : Muhammad Farhan
4 Jun 2025 | 14:28 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025).

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menyelidiki dugaan manipulasi data stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) atau Food Station Tjipinang. Menurutnya, manipulasi data itu dilakukan sebelum Badan Pusat Statistik mengumumkan data stok beras nasional.

Amran menjelaskan, Kementerian Pertanian menemukan kejanggalan data yang abnormal selama lima tahun terakhir di PIBC. Kejanggalan tersebut terendus saat harga beras di tingkat petani dan perusahaan penggilingan turun, namun di tingkat eceran justru naik. 

"Data dari Cipinang kita dapatkan ada yang abnormal, tidak normal. Yang biasanya masuk keluar beras itu 1.000 sampai 3.500 ton per hari. Tetapi ada satu hari selama lima tahun, satu hari keluar 11.000  ton dan saat BPS mau pengumuman," ungkap Amran di kediamannya, Kalibata, Rabu (4/6/2025).

ADVERTISEMENT

Amran menuturkan, dugaan praktik manipulasi data itu berlanjut hingga laporan stok beras di Cipinang. Hal tersebut diketahui karena adanya pengaduan sejumlah oknum bahwa stok beras di Cipinang berkurang.

"Padahal standarnya adalah 30.000 ton, sekarang masih ada 46.000 ton setelah dimanipulasi datanya. Harusnya 50.000 ton," ungkap Amran. 

Amran menegaskan, Kementan sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menyelidik dugaan manipulasi data di PIBC tersebut.

"Tapi enggak apa-apa, kita akan cek. Enggak boleh negara kalah sama mafia. Itu tegas," lugas Amran.

Sebelumnya, Mentan Amran menduga ada ulah mafia beras atas adanya kenaikan harga saat produksi beras melimpah. Amran membeberkan kejanggalan data dibalik berkurangnya stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) hingga menyebabkan harga beras naik.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia