Jumat, 15 Mei 2026

Butuh Kolaborasi Hadapi Tantangan Industri Pertambangan  

Penulis : Harso Kurniawan
10 Jun 2025 | 22:49 WIB
BAGIKAN
Indonesia Miner 2025. (ist)
Indonesia Miner 2025. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Tahun ini menandai babak baru bagi sektor pertambangan Indonesia, seiring perubahan cepat di pasar global, dorongan menuju ekonomi hijau, serta regulasi yang terus berkembang. Industri ini tidak lagi hanya berfokus pada ekstraksi, tetapi memainkan peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa. 

Menjawab tantangan dan peluang tersebut, Indonesia Miner 2025 kembali hadir dalam edisi kelimanya, mengusung tema “Mining Resilience: Adapting to a Dynamic Future” di Jakarta, 10-12 Juni 2025.
Dimas Abdillah, direktur Indonesia Miner, menegaskan, pentingnya kolaborasi di tengah dinamika industri pertambangan. Sebab, di tengah berbagai peluang dan tantangan, kemajuan sektor ini tidak bisa dicapai sendiri. 

“Kolaborasi menjadi kunci dan Indonesia Miner menjadi ruang strategis bagi para pelaku industri untuk bertukar wawasan, menjalin kemitraan, dan merancang masa depan pertambangan Indonesia,” kata dia, Selasa (10/6/2025). 

ADVERTISEMENT

Selama tiga hari, dia menuturkan, acara ini akan mengangkat berbagai isu strategis yang krusial untuk masa depan sektor pertambangan nasional. Hari pertama akan membahas komoditas emas, tembaga, dan mineral lainnya, hari kedua difokuskan pada logam kritis yang semakin penting, dan hari ketiga akan menyoroti batu bara serta peranannya dalam mendukung transisi energi Indonesia. 

Selain pameran dan konferensi, Indonesia Miner 2025 juga menghadirkan program-program pendukung yang dirancang untuk memperdalam diskusi sektoral dan teknikal. Miners Talk menjadi platform bagi perusahaan untuk berbagi studi kasus proyek, membahas tantangan, solusi, dan praktik terbaik yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya. 

Sementara itu, technical workshops membahas aspek teknis secara mendalam, mulai dari teknologi terbaru, efisiensi operasional, hingga penerapan standar sustainability di berbagai lini pertambangan. 

Turut meresmikan acara ini Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kemenko Perekonomian Herry Permana dan Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati. 

Penyelenggaraan Indonesia Miner merupakan bukti nyata kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan di sektor pertambangan. Acara ini melibatkan 500 lebih perusahaan, antara lain Metso, Hexindo, Coolon LED, dan Nickel Industries. 

Di sisi lain, dia menegaskan, Indonesia Miner 2025 kembali menghadirkan segmen Face of Indonesia Miner, sebuah penghargaan yang merayakan figur-figur inspiratif yang telah memberikan dampak signifikan bagi kemajuan sektor pertambangan nasional. 

Mereka adalah Kanya Stira Sjahrir, CEO, Bisa Ruang Nuswantara, lalu Ahmad Hidayat, dewan pakar Pertaabi, Sandra Makadada, senior manager-human capital development Agincourt Resources, dan Tom Malik, head of corporate communication Merdeka Copper Gold. 

Menurut dia, Indonesia Miner 2025 lahir dari semangat membangun sinergi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, guna bersama-sama menghadapi tantangan sekaligus meraih peluang dalam mengembangkan sektor pertambangan Indonesia yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah global. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia