Surplus Neraca Dagang Terkikis, Wamendag Gencarkan Perluasan Pasar Ekspor
JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menanggapi tren surplus neraca perdagangan Indonesia yang kian terkikis, meskipun masih relatif terjaga selama lima tahun terakhir. Dia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk melakukan perluasan pasar ekspor.
“Ini adalah cara konkret yang bisa kita lakukan untuk me-maintain surplus kita secara keseluruhan agar tiap tahun kita bisa stabil, paling tidak selalu surplus,” ujar Roro Esti saat dijumpai di kantor B-Universe PIK 2, Kamis (19/6/2025).
Roro Esti menuturkan, pemerintah tetap optimistis dan terus berupaya dalam meningkatkan ekspor supaya tren surplusnya semakin meningkat. Menurutnya, pemerintah tengah gencar melakukan beberapa upaya salah satunya dengan menjalin kerjasama perdagangan internasional, seperti Indonesia-EU CEPA.
Baca Juga:
Mendongkrak Ekspor ke Uni EropaSelain itu, pemerintah melalui kantor perwakilan Indonesia Trade Promotion Center di tiga negara juga diharapkan dapat memicu aktivitas ekspor sebesar 7%. Dengan demikian, neraca dagang dapat terus dijaga dalam rentang surplus.
“Untuk kita bisa penetrasi ke market di Eropa, mempermudah akses dan juga peluang untuk kita ekspor lokasi ini lalu dengan Kanada juga harapannya bisa tahun ini selesai Indonesia-Kanada CEPA dan beragam lainnya,” jelasnya.
Selain kerjasama bilateral, Roro Esti menyampaikan langkah konkret Kemendag melalui kantor-kantor perwakilan ialah melakukan business matching agar UMKM Tanah Air bisa go global. Kegiatan rutin pun dilakukan setiap pekan, yang diharapkan dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha lokal dengan potential buyer dari luar negeri.
Ia juga bercerita baru saja pulang dari Jepang dalam rangka misi dagang. Dia menghadiri Osaka World Expo dengan membawa beberapa UMKM yang telah dikurasi untuk ditampilkan di sana.
“Terus kita lakukan business forum, dimana business forum itu menghasilkan sebuah transaksi lebih dari US$ 200 juta. Jadi ini sebuah pencapaian yang luar biasa dan merupakan salah satu tekad kita di Kemendag untuk memperluas pasar luar negeri kita itu tadi di tengah ketidakpastian geopolitik yang tidak menentu,” tutup Roro Esti.
Baca Juga:
Surplus Neraca Perdagangan TergerusSebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 160 juta pada April 2025. Angka ini susut cukup signifikan dibandingkan surplus pada Maret 2025 yang mencapai US$ 4,33 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan surplus April 2025 ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar US$ 1,51 miliar. Komoditas utama penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani, serta besi dan baja.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Tag Terpopuler
Terpopuler






