Jumat, 15 Mei 2026

Demi Program MBG, Pemerintah Permudah Impor Nampan Makanan

Penulis : Addin Anugrah Siwi
30 Jun 2025 | 21:42 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Pelajar membawa paket makanan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari pertama di SD Negeri 56 Banda Aceh, Aceh, Senin (6/1/2025). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Foto ilustrasi. Pelajar membawa paket makanan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari pertama di SD Negeri 56 Banda Aceh, Aceh, Senin (6/1/2025). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah merelaksasi aturan impor sejumlah komoditas, termasuk nampan makanan atau food tray, guna mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Relaksasi tersebut merupakan bagian dari paket deregulasi tahap pertama yang diumumkan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, nampan makanan atau food tray termasuk dalam daftar 10 komoditas yang dipermudah proses impornya. Relaksasi ini dilakukan untuk memperlancar pelaksanaan program makan bergizi gratis yang diinisiasi presiden Prabowo.

Food tray ini adalah produk untuk penunjang program makan bergizi, jadi kita berikan kemudahan untuk memperlancar program pemerintah,” kata Budi.

ADVERTISEMENT

Menurut Budi, kebijakan relaksasi impor hanya berlaku pada komoditas yang tidak termasuk kategori strategis, barang yang terkait keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L), serta industri padat karya yang sudah memiliki pengaturan ketat. Barang-barang yang termasuk dalam relaksasi juga dinilai penting untuk menunjang daya saing dan mendorong investasi.

Selain nampan makanan, komoditas lain yang mendapat kemudahan impor antara lain produk kehutanan, pupuk bersubsidi, bahan bakar lain, bahan kimia tertentu, mutiara, alas kaki tertentu, sepeda roda dua dan tiga.

Demi Program MBG, Pemerintah Permudah Impor Nampan Makanan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tiga kiri) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (tiga kanan), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (dua kiri), Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu (kiri), Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza (dua kanan), dan Deputi Bidang Perekonomian Kementerian Sekretariat Negara Satya Bhakti Parikesit (kanan) menyampaikan keterangan pers bersama mengenai deregulasi kebijakan impor dan kemudahan berusaha di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (30/6/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, relaksasi impor menjadi salah satu bagian dari deregulasi tahap pertama. ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memperkuat daya tahan sektor usaha menghadapi ketidakpastian global.

“Kebijakan ini merupakan salah satu kebijakan deregulasi yang menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, terutama untuk menghadapi ketidakpastian dan perkembangan perekonomian global yang tidak bisa diprediksi,” ujar Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia