Jumat, 15 Mei 2026

Satgas Pangan Bakal Periksa 40 Merek Beras lagi, Diduga Dijual Tak Sesuai Ketentuan

Penulis : Ichsan Ali
17 Jul 2025 | 12:46 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025). (Ichsan Ali)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025). (Ichsan Ali)

JAKARTA, investor.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri akan memeriksa lagi 40 merek beras yang diduga tidak sesuai ketentuan. Sebelumya, sudah ada 212 merek yang dijual tidak sesuai ketentuan kualitas beras, volume, hingga harga eceran tertinggi (HET) atau disebut beras oplosan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tanggal 10 Juli lalu ada pemeriksaan terhadap 26 merek dari 10 perusahaan. Kemudian dalam waktu dekat akan ada 40 merek lagi yang akan diperiksa. 

Amran tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal menindak lebih banyak temuan beras oplosan dari berbagai merek

ADVERTISEMENT

"Oh iya, iya. Kemungkinan bertambah,"ujarnya dalam wawancara eksklusif bersama B-Universe di Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025).

Amran menegaskan, pihaknya tidak ingin berfokus pada penindakan beras oplosan melainkan agar masyarakat bisa menikmati harga dan kualitas beras secara baik.

"Tujuan kita bukan penindakan sebenarnya. Kita ingin masyarakat menikmati harga yang baik, kualitasnya baik, pertanian juga sejahtera. Pengusahanya juga untung, tapi jangan serakah," tegas Amran. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ada 212 produsen beras nakal yang melanggar standar mutu, kualitas, dan volume. Temuan itu didapat melalui kerja sama antara Kementan dan Satgas Pangan Polri. 

Amran menegaskan, seluruh kasus tersebut sudah diserahkan kepada Satgas Pangan Polri, dan Kejaksaan Agung untuk diproses secara hukum demi melindungi konsumen dan petani.

"Tercatat ada 212 merek produsen beras premium yang melakukan praktek oplosan. Saat ini sudah puluhan produsen merek beras yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Kami tidak main-main dengan adanya kasus tersebut karena merugikan negara Rp 99 triliun lebih setiap tahunnya," kata Mentan Amran saat bertemu dengan ribuan petani di Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/7/2025).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia