Kamis, 14 Mei 2026

Mendag: Kesepakatan Dagang dengan AS Dorong Ekspor dan Tingkatkan Investasi

Penulis : Bambang Ismoyo
17 Jul 2025 | 15:02 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (tengah) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (tengah) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, Indonesia memiliki sejumlah keuntungan pasca mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang menetapkan tarif impor 19% untuk produk asal Indonesia, lebih rendah dari sebelumnya yang sebesar 32%.

Mendag mengungkapkan, besaran tarif yang diberlakukan AS ke Indonesia, cenderung lebih kecil dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, maupun China. Mengingat kebijakan ini akan berlaku pada 1 Agustus 2025, maka masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk kembali bernegosiasi.

“Ini sekarang tarif 19%. Kalau dari Asean kan selama ini masih paling rendah ya. Mudah-mudahan terus (tetap 19%) seperti itu sampai tanggal 1 Agustus,” ungkap Mendag Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut Mendag mengungkapkan, jika besaran tarif ini terus berlaku, maka Indonesia akan memiliki sejumlah keuntungan.

Pertama, produk Indonesia akan lebih diminati di pasar AS, lantaran harganya yang bisa lebih murah dibandingkan produk serupa dari negara lain. Hal itu juga yang akan mendorong kinerja ekspor Indonesia dibandingkan negara kompetitor, khususnya mereka yang kena tarif yang lebih besar dari Indonesia.

Kedua, dengan meningkatnya jumlah volume ekspor Indonesia, maka kinerja industri nasional akan semakin membaik. Maka, tentu akan memberikan dampak terhadap kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kalau dulu kita bersaing ekspor ke Amerika itu kan dengan tarif yang sama ya. Sekarang berarti kita mempunyai kelebihan. Kalau kita mempunyai kelebihan kan berarti ini bisa menarik investasi asing datang. Jadi ini ada dua yang kita dapatkan, investasi masuk dan yang kedua ekspor kita meningkat,” papar Budi Santoso.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia