Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Sebut Tarif 0% untuk Produk AS Tak Berdampak Negatif ke UMKM Lokal

Penulis : Erfan Ma’ruf
18 Jul 2025 | 16:28 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Pekerja mencampur ragi dengan kedelai saat proses pembuatan tempe di sentra industri tempe Sanan, Malang, Jawa Timur, belum lama ini. Kedelai jadi salah satu komoditas yang diimpor Indonesia dari Amerika Sertikat (AS). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Foto ilustrasi. Pekerja mencampur ragi dengan kedelai saat proses pembuatan tempe di sentra industri tempe Sanan, Malang, Jawa Timur, belum lama ini. Kedelai jadi salah satu komoditas yang diimpor Indonesia dari Amerika Sertikat (AS). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

JAKARTA, investor.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menyebut rencana pengenaan tarif 0% untuk produk-produk Amerika Serikat (AS) di pasar Indonesia tidak akan berdampak negatif terhadap sektor UMKM.

Seperti yang diketahui, Indonesia dan AS telah mencapai kesepakatan sementara tentang kerja sama perdagangan. AS menetapkan tarif bea masuk sebesar 19% terhadap produk Indonesia, sementara Indonesia membebaskan tarif bea masuk atau sebesar 0% terhadap produk AS.

Mencakup dalam kesepakatan yang dapat diketahui sampai saat ini yaitu Indonesia berkomitmen untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS diantaranya dengan membeli komoditas energi senilai US$ 15 miliar, membeli komoditas pertanian US$ 4,5 miliar, dan 50 unit jet Boeing.

ADVERTISEMENT

Atas kesepakatan tersebut, Menteri Maman mengkaliam belum ada dampak nyata yang dialami oleh pengusaha kecil. Dia menduga dampak terasa dialami oleh pengusaha berskala besar.

“Sampai saat ini sih belum ada laporan ke kami dan juga dari pembicaraan kami di Kementerian Perdagangan yang terkena untuk UMKM-nya ya, yang terkena impact secara signifikan dari tarif Trump tersebut,” kata Maman di kantornya, Jumat (18/7/2025).

Pemerintah Sebut Tarif 0% untuk Produk AS Tak Berdampak Negatif ke UMKM Lokal
Komoditas impor RI dari AS. (Ilustrasi: Investor Daily)

Namun demikian dia mengaku belum mengetahui kondisi yang terjadi pada pengusaha selain UMKM. Dia menilai hal itu layak ditanyakan lebih lanjut kepada Menteri Perdagangan.

“Saya gak tau kalau yang usaha besar ya, mungkin itu nanti bisa ditanyakan ke Kementerian Perdagangan,” jelas Maman.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia