Jumat, 15 Mei 2026

Polemik Beras Oplosan, Ekonom Indef Sebut Ada Celah Pengawasan

Penulis : Juan Guardiola
20 Jul 2025 | 14:34 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Pedagang menata beras yang dijualnya di Pasar Gondangdia, Jakarta, Jumat (4/7/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Foto ilustrasi. Pedagang menata beras yang dijualnya di Pasar Gondangdia, Jakarta, Jumat (4/7/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman menyebut ada celah pengawasan di pasar pangan sehingga terjadi distorsi atau penyimpangan seperti praktik pengoplosan beras.

“Peristiwa ini mencerminkan distorsi pasar pangan yang belum sepenuhnya terkendali, khususnya dalam tata kelola distribusi dan mekanisme harga,” kata Rizal saat dihubungi, Minggu (20/7/2025).

Rizal menilai praktik beras oplosan merupakan bentuk rent seeking behavior atau upaya mendapatkan keuntungan dengan manipulasi, bukan nilai tambah atau inovasi. Terutama jika melibatkan beras subsidi yang dicampur dengan beras premium lalu dijual dengan harga yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

Secara makro ekonomi, praktik beras oplosan dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap produk dalam negeri. Program ketahanan pangan pemerintah seperti intervensi harga pangan juga bisa terdampak akibat perilaku pengoplos.

“Ini mencerminkan adanya celah pengawasan, serta kegagalan sistemik dalam memastikan bantuan pangan benar-benar sampai ke sasaran,” imbuh Rizal.

Pemerintah perlu menangani kasus ini dan menindak tegas para pelaku praktik kecurangan beras oplosan yang sangat merugikan konsumen. Dampak yang ditimbulkan juga tidak main-main, salah satunya yakni inflasi harga pangan.

“Khususnya beras yang merupakan komoditas strategis dengan kontribusi besar terhadap inflasi umum dan garis kemiskinan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap telah menemukan 212 perusahaan beras di 10 provinsi yang diduga melakukan praktik kecurangan. Mentan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri dan Kejaksaan Agung untuk diproses secara hukum.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia